Mentan : Perkuat Sistem Pengkarantinaan untuk Fasilitasi Ekspor Produk Pertanian

Jumat, 30 November 2018 13:11
Mentan : Perkuat Sistem Pengkarantinaan untuk Fasilitasi Ekspor Produk Pertanian

“Yang menarik adalah ekspor 10 komoditas pertanian strategis nilainya sudah mencapai 1.062 Triliun yaitu separuh dari nilai APBN kita, “ tegas AmranKomoditas lain, dengan kesisteman perkarantinaan antar negara yang telah dibangun dengan baik adalah Sarang Burung Walet (SBW). Komoditas ini terus didorong untuk memenuhi persyaratan protokol karantina. Tren peningkatan nilai dagangnya juga terus naik di kurun waktu 4 tahun terakhir. Tercatat volume ekspor masing-masing 700.66 ton di tahun 2015, 773,22 ton pada tahun 2016, 1.158,15 ton di tahun 2017 dan sampai dengan Oktober 2018 telah mencapai volume 1.136,09 ton. Dan total nilai dagang rupiah senilai 107,2 triliun.Selain terus membuka akses pasar di pasar global untuk produk konvensional ekspor, komoditas pertanian yang unik juga telah mulai masuki pasar ekspor. Selain kualitas, adanya persyaratan SPS yang dipenuhi membuat komoditas seperti daun ketapang, daun lontar, dan sapu lidi dapat diterima pasar internasional.Saat ini Barantan telah lakukan 4 perjanjian SPS untuk mengakselerasi ekspor, yakni (1) Indonesia – Australia Comphrehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) untuk komoditas Coklat, Manggis, Salak, Kopi dengan total nilai ekspor US$ 667,8 (2018), Indonesia – Chile CEPA untuk komoditas CPO dan Jagung dengan total nikai US$ 143,8 juta (2018), Asian Hongkong – Cina FTA dengan produk Tepung Kelapa, SBW, Kopi, Madu, Coklat, Teh, Kopi, Madu, Coklat, Teh dan Reptil dengan nilai ekspor mencapai US$ 3 Miliar (2018) dan Indonesia – EFTA CEPA dengan komoditas Rempah, Kakao, Kopi, Teh, Produk Kayu dan Ikan dengan total nilai ekspor US$ 1,2 Milyar (2018).

Bagikan berita ini:
1
6
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar