Pokja IV Minta Investasi Batubara di Sumsel Tak Boleh Dihambat

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perizinan jalur kereya api pengangkut Batubara di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) masih menyisakan masalah. Pasalnya, masalah perizinan jalur pengangkat Batubara ini belum terselesaikan hingga saat ini.Hal ini membuag Sekertaris Pokja IV Satgas Percepatan Kebijakan Ekonomi, Irjen Pol Carlo Brix Tewu angkat bicara.Kasus perizinan jalur oengangkuta Batubara ini mencuat sejak Pemerintah Provinsi Sumsel pada, September lalu memutuskan melarang truk-truk pengangkut Batubara melintasi jalan umum. Sebagai penggantinya, perusahaan Batubara diminta melintasi jalur khusus dan jalur perkeretaapian.Namun, sebuah perusahaan batubara yang beroperasi di Kabupaten Lahat Sumsel, menghadapi kendala saat hendak menggunakan jalur kereta api untuk membawa batubara ke pelabuhan. PT Dizamatra Powerindo yang sudah empat tahun berunding dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mendapatkan izin interkoneksi dengan jalur perkeretaapian nasional di Palembang. Perusahaan ini mendapat kontrak untuk memasok 500 ribu ton batubara ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).Sejauh ini, Dizamatra Powerindo telah mengantongi izin prinsip pembangunan dan izin penetapan trase perkeretaan khusus. Namun, PT KAI hingga kini belum mau meneken perjanjian interkoneksi. Akibatnya, izin operasi juga tak keluar.Pokja IV merupakan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi. Pokja IV yang diketuai Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly ini mempunyai tugas untuk mengatasi hal- hal yang menghambat invetasi.

  • Bagikan