7 Jenazah Mahasiswa Universitas Prima Medan Teridentifikasi – FAJAR –
Daerah

7 Jenazah Mahasiswa Universitas Prima Medan Teridentifikasi

Sebanyak tujuh korban tewas di pemandian air panas Daun Paris, Desa Raja Berneh, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo berhasil diidentifikasi, Minggu (2/12). (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, KARO – Sebanyak tujuh korban tewas di pemandian air panas Daun Paris, Desa Raja Berneh, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo berhasil diidentifikasi, Minggu (2/12). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo hampir memastikan seluruhnya adalah mahasiswa Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo Natanail Peranginangin juga menjelaskan, jika yang terjadi bukan bencana longsor. Melainkan bangunan tembok penahan air yang rubuh. “Dari keterangan saksi, para korban tertimpa reruntuhan bangunan dan tanah,” kata Natanail, Minggu (2/12) malam.

Dia juga mengatakan, sebelum kejadian para mahasiswa mengikuti malam keakraban (Makrab) yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA) Unpri. Totalnya ada sekitar 53 mahasiswa di pemandian itu.

Setelah kegiatan, para korban beristirahat di dalam pondok-pondok yang ada di pemandian. Sehingga, saat dinding rubuh mereka tidak bisa menyelamatkan diri. Totalnya ada tujuh korban yang tewas. Ditambah sembilan lainnya yang luka-luka.

Tujuh korban tewas yang berhasil diidentifikasi antara lain, Sartika Theresia beru Pinem warga  Medan, Shindy Simamora warga Sidikalang, Keryn beru Bangun warha Kabanjahe, Mones, Elas Sari beru Sembiring warga Pancur Batu, Emiya Leli Sagita beru Tarigan warga Karo dan Angelika beru Ginting warga Desa Lau Kawar Kabupaten Karo.

Sedangkan korban luka-luka antara lain, Andika mengalami luka lecet di kaki kiri, Novita luka robek di telinga kanan dan kelopak mata kanan memar serta bengkak, Afinda persendian kedua tangan tidak bisa digerakkan.

Selanjutnya Desi boru Sinambela mengalami luka pada pergelangan tangan, Putri Yolanda persendian tangan kanan sakit dan tidak bisa digerakkan, Janet mengalami sakit di bagian pinggang dan mengalami lutut kaki kiri lecet.

Sementara itu dua orang yang dirawat di Rumah Sakit Efarina Etaham, Leni Girsang, dan Grece Hutauruk. “Untuk korban meninggal sudah diantarkan ke alamat masing-masing. Korban luka-luka masih dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Saat ini evakuasi korban sudah dihentikan. Karena menurut data BPBD, semua korban sudah dievakuasi. Lokasi bangunan yang rubuh juga sudah diberi garis polisi.

Natanail mengimbau agar para pemilik pemandian meninjau kembali konstruksi dan perizinan kepada pemerintahan. Sesuai instruksi dari Bupati Karo Terkelin Brahmana yang juga sempat meninjau lokasi.

“Kita tidak ingin kejadian serupa terulang. Pak Bupati meminta setiap pemilik pemandian meninjau konstruksi bangunannya. Karena kawasan itu berpotensi terjadi bencana alam,” tandasnya.

Terpisah, Unpri Medan memberikan klarifikasi ihwal kabar mahasiswanya yang menjadi korban. Lewat pesan tertulis, mereka menyampaikan duka cita mendalam para anak didiknya.

Rektor Universitas Prima Indonesia (Unpri) Dr. Chrismis Novalinda beru Ginting mengatakan, kegiatan yang dilakukan adalah tanpa sepengetahuan pihak kampus. “Kami mendapatkan informasi bahwa para mahasiswa ini atas inisiatif mereka sendiri untuk berlibur dan berwisata ke tempat pemandian air panas,” ucap Chrismis

Chrismis menjelaskan ‎saat ini tim Rektorat masih berada di RS Amanda dan RS Efarina untuk memdampingi korban luka yang masih dirawat. ‎”Saya beserta seluruh segenap civitas akademika UNPRI menyampaikan ungkapan belasungkawa dan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya,” tandasnya.  (pra/JPC)

 

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!