ACT Jateng Dampingi Petani Kembangkan Program Pembibitan Plasma – FAJAR –
Daerah

ACT Jateng Dampingi Petani Kembangkan Program Pembibitan Plasma

FAJAR.CO.ID, BOYOLALI – Pemberdayaan pertanian merupakan langkah kongkret dalam menyusun kembali harapan bangsa Indonesia tentang swasembada pangan.

Langkah tersebut menggerakan kembali para petani yang diinisiasi melalui program pemberdayaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) regional Jateng telah membuahkan hasil.

Program pemberdayaan pembibitan plasma ini bermula dari keprihatinan tim ACT Jateng saat mengetahui kondisi di lapangan, dimana para petani berpenghasilan sangat rendah.

“Sungguh ironis, tanah yang begitu subur ini tak dapat mensejahterakan masyarakatnya, pasti ada problem yang harus kita urai disini,” ungkap Kepala Program ACT Jateng, Giyanto baru-baru ini.

Ia melanjutkan, bahwa kondisi ini salah satunya disebabkan karena masyarakat belum mengetahui cara bertani dengan sistem yang lebih modern.

“Pengelolaan pupuk dan permodalan sistem rentenir turut menjerat petani semakin sulit untuk membangkitkan daya saing produk lokal,” tambah Giyanto.

Melihat kondisi geografis dan juga pangsa pasar yang sesuai, maka dipilihlah pembudidayaan timun yang berlokasi di Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.

ACT Jateng saat ini sedang melakukan peninjauan dan riset lapangan untuk daerah di Jateng yang memiliki potensi serupa.

Menurut Siswanto, selaku koordinator petani di Desa Keyongan, sejak setahun yang lalu program digulirkan para petani sudah berhasil memanen timun sebanyak 5 kali.

“Riset yang kami lakukan ini tidak lain demi membangkitkan petani miskin didaerah terpencil. Karena kami mengendalikan harga benih dengan sistem plasma dan dengan harga yang selalu stabil,” tuturnya.

Gerakan kepedulian tentunya tidak kalah penting untuk memutus rantai ketergantungan petani terhadap sistem hutang. Kedermawanan masyarakat Indonesia dapat memberikan solusi bagi klaster pertanian untuk terus bangkit mensejahterakan rakyat.

“Saya telah membuktikan para petani mampu berkembang lebih baik dalam setahun setelah mendapatkan dana permodalan,” pungkas Siswanto. (sen)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!