Banjir Bandang di Grobogan, Ribuan Rumah Terendam, Satu Orang Tewas Saat Selamatkan Kasur – FAJAR –
Daerah

Banjir Bandang di Grobogan, Ribuan Rumah Terendam, Satu Orang Tewas Saat Selamatkan Kasur

ILUSTRASI: Ribuan rumah tergenang dan beberapa diantaranya hanyut usai banjir bandang menerjang Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (3/12) pagi. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, GROBOGAN – Ribuan rumah tergenang dan beberapa diantaranya hanyut usai banjir bandang menerjang Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (3/12) pagi. Seorang lansia bahkan dilaporkan tewas akibat peristiwa ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyoningsih, mengatakan, ada lebih dari 5.600 rumah di Kabupaten Grobogan yang terendam air. Tersebar di beberapa desa di Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan.

“Diantaranya di Desa Lebak, Putatsari, Tanggungharjo, Teguhan, Ngabenrejo. Yang ada rumah hanyut itu di Lebak, ada empat,” ujar Endang saat dihubungi, Senin (3/12) malam.

Selain rumah hanyut, ada pula rumah yang mengalami rusak berat di Desa Lebak, sebanyak sembilan unit. Selain di Lebak, rata-rata rumah hanya terendam dan sejak Senin siang, air juga sebenarnya sudah mulai surut. Meski sawah-sawah masih cukup tergenang.

“Karena hanya Desa Lebak yang berada di jalur banjir bandang itu. Lainnya hanya tergenang dan dari tadi pagi sudah kerja bakti membersihkan rumah masing-masing,” sambungnya.

Kendati demikian, di Desa Putatsari terdapat satu korban jiwa. Adalah seorang kakek berumur 67 tahun bernama Sutik. Korban adalah warga Desa Turi RT 03 RW 05. “Almarhum terpeleset dan terseret arus cukup deras saat mencoba menyelamatkan kasur,” lanjutnya.

Mengenai penyebab banjir, Endang menyebut karena area permukiman di Kecamatan Grobogan secara geografis berlokasi di kaki perbukitan karst, Kendeng Utara. Kala hujan turun, air dari sana meluncur dengan cepat lalu melimpas dan memenuhi sungai hingga membanjiri pada akhirnya permukiman.

“Memang cukup langganan kalau hujan deras atau berintensitas tinggi turun,” tambahnya. Sehingga, ia mengimbau bagi para warga yang tinggal di daerah pegunungan untuk merawat lingkungan dengan menghentikan aktivitas penebangan liar. “Normalisasi sungai yang kira-kita terdampak dan ada penegakan RTRW ke depannya, penataan ruang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Endang mengatakan hingga hari ini pihaknya dibantu relawan, TNI, dan Polri bahu membahu merenovasi rumah warga yang rusak diterjang banjir. “Bantuan dana diupayakan. Sementara bantuan logistik sudah kita turunkan dan Alhamdulillah tak perlu evakuasi,” tandasnya.(gul/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!