Sri Mulyani Cerita Kilas Balik Krisis 2008 Lalu Dalam Rapat G20 – FAJAR –
Ekonomi

Sri Mulyani Cerita Kilas Balik Krisis 2008 Lalu Dalam Rapat G20

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

FAJAR.CO.ID – Krisis global 2008 masih berbekas dalam ingatan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ia menyebut setidaknya, kini sudah  sepuluh tahun sejak G20 Leaders dibentuk pada tahun 2008, guna meminimalisir situasi krisis ekonomi Amerika Serikat dengan bangkrutnya Lehman Brothers dan perusahaan asuransi dunia AIG yang memicu kepanikan dan krisis keuangan seluruh dunia.

Sebagai Menteri Keuangan pada masa itu, dirinya melihat jatuhnya perekonomian Amerika Serikat menjalar ke Eropa yang menimbulkan kepanikan global. Semua negara di dunia berupaya melindungi perekonomiannya, melalui berbagai kebijakan yang tidak bisa (luar biasa).

“Bank Sentral Amerika Serikat (Fed) menurunkan suku bunga secara drastis dari di atas 5 persen menjadi mendekati nol persen, dan masih ditambah dengan Quantitative easing – injeksi likuiditas melalui pembelian surat berharga,” ujarnya seperti ditulis di Facebooknya, Minggu (2/11).

Sri Mulyani melanjutkan, kemudian pemerintah Amerika melakukan talangan (bail out) ke sektor riel dari perushaan mobil hingga properti dengan pembelian asset macet dan surat berharga. Inggris dan European Union melakukan hal yang sama yaitu melakukan penalangan bank yang gagal untuk menghentikan kepanikan publik dan menginjeksi sektor riel dengab ekspansi fiskal.

“Seluruh negara di dunia mengalami akibat krisis tersebut. Saya ingat semua negara Asean, Australia dan Selandia Baru melakukan kebijakan “blanket guarantee” dengan menjamin penuh sektor perbankan untuk meredakan kepanikan dan ketidakpastian,” tuturnya.

Dalam situasi kepanikan global, Menteri Keuangan Amerika Serikat menelpon Menkeu negara-negara anggota G20, untuk membentuk forum G20 Leaders- tingkat pimpinan negara. Dan mengundang para pimpinan negara untuk bertemu dalam rangka menyelamatkan ekonomi dunia yang mendekati kehancuran.

Dalam pertemuan pertama G20 Leaders 2008 di Washington DC Amerika Serikat dan pertemuan kedua 2009 di London Inggris, para pemimpin dunia menyepakati secara  bersama-sama menyelamatkan ekonomi dunia dari kehancuran dengan kebijakan moneter, fiskal dan mendorong sektor riil untuk mengembalikan stabilitas dan kembali mendorong pertumbuhan ekonomi.

Fokus lain yang sangat penting adalah melakukan reformasi regulasi dan kebijakan sektor perbankan dan keuangan untuk menghindarkan krisis keuangan kembali terjadi.

Pada tahun 2008, lanjutnya, semua pemimpin negara G20 kompak sepakat menyelamatkan ekonomi dunia dengan kebijakan ekonomi satu arah dan saling mendukung, karena mereka percaya bahwa ekonomi global harus dijaga bersama.

Sebagai Menkeu, kata Ani, saat terjadinya krisis ekonomi dunia, Indonesia juga melakukan berbagai langkah startegis di bidang perbankan dan kebijakan fiskal yang supportif untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia untuk tidak terkena imbas negatif keguncangan ekonomi global

“Alhamdulillah, Indonesia dapat melalui dengan selamat dan termasuk dalam kategori sebagian kecil dari negara emerging yang masih memiliki pertumbuhan relatif tinggi dan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga,” imbuhnya. (mys/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!