Tertimbun Longsor, Makrab Universitas Prima Medan Jadi Petaka, 7 Meninggal – FAJAR –
Daerah

Tertimbun Longsor, Makrab Universitas Prima Medan Jadi Petaka, 7 Meninggal

Bencana tanah longsor terjadi di Pemandian Air Panas, Kelurahan Raja Berneh, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Minggu (2/12) pagi. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, KARO – Bencana tanah longsor terjadi di kawasan Pemandian Air Panas, Kelurahan Raja Berneh, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (2/12) pagi. Setidaknya 7 orang meninggal dan 9 lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah orang tertimpa tembok yang ambruk karena longsor di Pemandian Air Panas sekira pukul 06.00 WIB. Sebagian pengunjung pemandian merupakan Mahasiswa Universitas Prima yang sedang menggelar Malam Kekraban (Makrab) antara junior dan senior.

Kapolres Karo AKBP Benny R Hutajulu membenarkan kejadian tersebut setelah melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Bahwa korban sebagian besar Mahasiswa Universitas Prima Medan yang melaksanakan Makrab (Malam keakraban) antara mahasiswa senior dan mahasiswa baru,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Minggu (2/12) siang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Martin Sitepu mengatakan, selain korban tewas sejumlah orang juga dikabarkan luka-luka.

Dia menjabarkan, tembok yang ambruk menimpa para korban yang sedang tidur. “Mereka ini menginap di cakruk (pondok kecil tanpa dinding) yang ada di sana, maka saat terjadi longsor mereka langsung tertimbun,” ujarnya.

Tujuh orang dikabarkan tewas. Jenazah langsung dievakuasi ke RS Amanda, Berastagi. Empat jenazah sudah teridentifikasi. Mereka adalah, Santika Theresia, Emiya beru Tarigan, Mones dan Enjelita beru Ginting. Sedangkan tiga lainnya belum teridentifikasi.

Sedangkan koban luka berjumlah sembilan orang. Antara lain, Andika mengalami luka lecet di kaki kiri, Novita luka robek di telinga kanan dan kelopak mata kanan memar serta bengkak, Afinda persendian kedua tangan tidak bisa digerakkan.

Selanjutnya Desi boru Sinambela mengalami luka pada pergelangan tangan, Putri Yolanda persendian tangan kanan sakit dan tidak bisa digerakkan, Janet mengalami sakit di bagian pinggang dan mengalami lutut kaki kiri lecet.

Sementara itu dua orang yang dirawat di Rumah Sakit Efarina Etaham, Leni Girsang, dan Grece Hutauruk. Korban dievakuasi ke RS Amanda dan RS Efarina Etaham. Hingga kini proses evakuasi terus dilakukan. Personel TNI, Polri, BPBD dan SAR masih melakukan pencarian. (pra/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!