Yuk, Jaga Kecantikan Alam Raja Ampat – FAJAR –
Budaya & Pariwisata

Yuk, Jaga Kecantikan Alam Raja Ampat

SURGA BAWAH LAUT- Kegiatan pengembangan atraksi wisata berbasis olahraga bahari di Raja Ampat, Papua Barat. FOTO: HUMAS MENKO MARITIM FOR INDOPOS

FAJAR.CO.ID, RAJA AMPAT – Pamor Raja Ampat makin menggeliat. Terlihat dari peningkatan kunjungan wisatawan ke surga bawah laut yang terletak di Papua Barat itu, tiap tahun mengalami lonjakan. Pesona yang dimiliki tidak bisa disamakan dengan tempat lain.

Bawah lautnya memiliki 553 Jenis Karang. Raja Ampat juga rumah dari 70 persen jenis karang yang ada di dunia. Ada 1.456 Jenis ikan karang, yang paling kaya didunia, 699 Jenis Molusca, lima Jenis Penyu, 16 Jenis Mamalia Laut (Cetacean).

Data Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, mencatat setidaknya ada 200 lokasi selam di Raja Ampat dari Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool.

“Jadi memang tidak cukup sekali atau dua kali untuk menikmati Raja Ampat. Peningkatan wisatawan juga terus bertambah tiap tahun nya,” terang staf Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat Muhammad Hanif Fikri.

“Ini surga di bawah laut, diatas laut pesona geopark Raja Ampat dengan bukit-bukit karst, aktivitas susur gua, trekking dan hiking, aktivitas cruising dengan kapal Phinisi benar-benar luar biasa. Yang bukan penyelam pasti akan mencoba snorkeling untuk bisa melihat indahnya bawah laut,” timpal Asisten Deputi Bidang Olahraga, Seni dan Budaya Maritim, Kemenko Maritim, Kosmas Harefa usai melakukan Pembahasan Fasilitasi Pengembangan Atraksi Wisata Berbasis Olahraga Bahari di Raja Ampat 1-2 Desember 2018 lalu.

Dia menjabarkan, pemandu wisata lokal harus berperan aktif, atau bahkan pemerintah daerah dapat mewajibkan adanya pendampingan pemandu wisata lokal untuk keamanan dan kenyamanan juga sebagai garis depan penjaga kelestarian lingkungan.

Lebih gambling Kosmas menuturkan baru-baru ini, Pantai teluk Maya pulau Kho Phi Phi, Thailand harus ditutup karena mengalami kerusakan lingkungan yang diakibatkan aktivitas mass tourism. ”Raja Ampat sebagai kawasan wisata minat khusus harus dijaga dari mass tourism yang merusak,” katanya.

Asdep Kosmas menegaskan terkait pengambil kebijakan mengenai betapa pentingnya keberlanjutan dalam aktivitas perencanaan, pembangunan dan pengelolaan suatu kawasan wisata. “Kita menghindari eksploitasi yang berlebihan,” katanya.

Kosmas menambahkan, Kemenko Kemaritiman sangat memperhatikan kebijakan yang mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Kemenko Kemaritiman berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah dan pihak-pihak lain yang diperlukan demi pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Terkait olahraga bahari, aktivitas seperti selam, snorkeling hingga memancing perlu diwajibkan ada pendampingan dari pemandu bersertifikat. Pemandu harus memiliki referensi yang sangat baik tentang lingkungan, tentang biota yang ada, memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan juga kelestarian alam.

“Ini semua demi menyejahterakan masyarakat. Masyarakat juga harus dilibatkan untuk menjaga dan mengawasi,” pungkas Kosmas. (nel/ind)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!