Bawa 600 Butir Detonator, Pemuda Asal Sulsel Diciduk di Sultra

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Seorang pemuda asal Sulawesi Selatan berinisial JH, diamankan terkait kasus kepemilikan bahan peledak pada Jumat 16 November 2018 lalu.

Pemuda berusia 25 tahun ini diamankan usai Personel Subdit Gakkum Ditpolair Polda Sulawesi Tenggara dan personel Subdit Intelair Korpolairud Baharkam Polri melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

Alhasil, JH diperiksa karena kedapatan membawa, menguasai, memiliki dan mengangkut bahan peledak jenis detonator pabrikan di dalam bagasi motor sebanyak 6 kotak yang berisi 600 butir.

“Tersangka ditangkap saat turun dari Kapal Fery KM. Permata Nusantara di Pelabuhan Ferry Kabupaten Kolaka,” ungkap Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto, saat menggelar press release di Media Centre Bid Humas, Selasa (4/12/2018).

Pengakuan tersangka, bahan peledak detonator tersebut diperoleh dari Kalimantan dan akan diperjual belikan kepada masayarakat nelayan di Kabupaten Kolaka. Alasannya yakni faktor ekonomi yang membuat JH nekat untuk memperdagangkan detonator tersebut.

Brigjen Pol Iriyanto sangat menyayangkan bahwa aksi penggunaan detonator sebagai bahan peledak untuk bom ikan masih banyak digunakan di kalangan nelayan. Hingga saat ini kasus tersebut masih terus dikembangkan oleh tim Subdit Gakkum Direktorat Polair untuk mengungkap jaringan lainnya.

“Kepada masyarakat nelayan dalam mencari nafkah dan menangkap ikan jangan menggunakan bom karena dapat merusak biota laut selain itu mereka wajib untuk menjaga lingkungan laut,”pungkas Brigjen Pol Iriyanto.

Atas perbuatannya tersebut, JH dijerat Pasal 1 ayat (1) undang – undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman pidana diatas 5 tahun penjara. (sul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani

Comment

Loading...