Buntut Pembantaian 31 Pekerja, Proyek Trans Papua V Distop Sementara – FAJAR –
Nasional

Buntut Pembantaian 31 Pekerja, Proyek Trans Papua V Distop Sementara

ILUSTRASI TOL TRANS PAPUA. Buntut terjadinya penembakan, Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh pembangunan jalan trans Papua segmen V. (dok. JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pembantaian mengenaskan terjadi Papua. Kali ini menimpa pekerja pembuat jembatan Kali Yigi-Kali Aurak. Diperkirakan korban yang dibantai oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) mencapai 31 orang.

Buntut dari kejadian ini, Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh pembangunan jalan trans Papua segmen V. Proyek tersebut memanjang sepanjang 278 kilometer, yang membentang dari Wamena sampai Mumugu.

“Akibat kejadian ini di ruas Mamugu sampai Wamena kami hentikan semua,” ujar Basuki di kantor Kementerian PUPR Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

Penghentian sementara 14 proyek pembangunan Trans Papua yang dipegang oleh PT Istaka Karya Ini membuat seluruh pembangunan Trans Papua Segmen V terhambat. Mengingat 21 proyek yang dipegang oleh PT Brantas Abipraya juga sudah lebih dulu diberhentikan sementara karena alasan keamanan pula.

Penghentian sementara pekerjaan ini didasari atas terjadinya force major atau situasi darurat akibat terjadinya pembunuhan. Namun, Basuki memastikan program pembangunan trans Papua tetap akan dilanjutkan hingga rampung.

Pembantu Presiden Joko Widodo itu sendiri belum bisa menentukan situasi force major ini akan diberlakukan hingga kapan. Saat ini pihaknya masih menunggu rekomendasi dari TNI-Polri yang sudah mengirim pasukan ke lokasi kejadian.

“Kami menunggu arahan Pangdam dan Kapolda. Tadi, saya ketemu Panglima TNI bahwa dua jam lalu sudah dikirim pasukan untuk mengecek,” imbuhnya.

Sementara itu, Basuki bersama Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto sore nanti akan menuju langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan peninjauan langsung.

“Nanti, malam beliau (Panglima, Red) Insya Allah saya juga ke Wamena. Kalau memang perlu kami evaluasi,” tandasnya.

Sebelumnya, sebanyak 31 pekerja proyek Istaka Karya ditembaki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Adapun pembantaian itu terjadi ketika para pekerja sedang membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

(sat/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!