Lelaki Ini Tak Menyesal Bakar Rumah Peninggalan Orang Tua yang Menewaskan Kakak dan Keponakannya – FAJAR –
Kriminal

Lelaki Ini Tak Menyesal Bakar Rumah Peninggalan Orang Tua yang Menewaskan Kakak dan Keponakannya

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah Sumarji, di Jalan Prapatan Dalam, RT 5, Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Kota, yang terbakar kemarin, Senin (3/12). (ANGGI PRADITHA/Kaltim Post/Jawa Pos Group)

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Akhirnya setelah 12 jam ditahan, Ipong bicara. Ditemui di Mapolres Balikpapan, pria beruban itu awalnya mengungkapkan rasa sakit hatinya. Terbesar ditujukan terhadap kakak iparnya, Sumarji.

Menurut Ipong, Sumarji sudah menghasut kakak-kakaknya dan keluarga lain untuk membenci dirinya. “Saya dimusuhi. Sejak 2003 saya pinjam motor saja tak diberikan,” ujar bungsu dari empat saudara itu, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Selasa (4/12).

Puncaknya pada pukul 02.00 Wita kemarin, Ipong melontarkan keinginannya meminjam motor pada Sumarji. Alasannya ingin dipakai ke warung internet.

Namun, kembali ditolak. Tak lama, rasa sakit hatinya diluapkan. Mengambil botol plastik air mineral 600 mililiter berisi bensin yang ada di kamar tidurnya.

Lalu menuangkannya ke ember. Menyiramkannya di kamar Garini, kakak kandungnya yang sedang tertidur. Kemudian menyulutkan api dengan korek menggunakan batang bambu.

“Dia provokator. Juga kakak ipar saya (Sumarji). Saya tak menyesal. Saya benar-benar sudah sakit hati,” tegas Ipong.

Api langsung membesar. Ipong yang mengaku juga hampir terbakar langsung melarikan diri.

Saat di teras rumah, dia langsung ditangkap Sumarji. Sumarji bahkan sempat menanyakan kepadanya, “Kamu bakar rumah saya ya,” kata Ipong menirukan pertanyaan Sumarji.

Tak ada jawaban dari mulutnya, Ipong pun dipukul dan ditendang oleh Sumarji. Sejumlah warga yang menyaksikan lantas ikut memukulinya.

Ipong mengaku pasrah saat dipukuli warga. Tak akan melawan karena sudah puas melampiaskan dendamnya. “Saya ditangkap. Dipukuli. Ditendang. Dalam hati saya, pukulin saja. Tak terasa (sakit),” kata Ipong.

Seperti diberitakan sebelumnya, api mulai terlihat sejak pukul 03.00 Wita. Setelah api bisa dikuasai, petugas pemadam menemukan dua jasad hangus.

Mereka kemudian diidentifikasi sebagai Gatri, 58 (kakak kandung Ipong) dan anaknya Gatri, Sumarto Pujihartono alias Tono, 18, (keponakan Ipong), pelajar kelas kelas XII, SMA 3 Balikpapan.

Sebelumnya pun, warga juga mengevakuasi tiga korban selamat. Mereka adalah suami Gatri, Sumarji, 66, lalu Garini, 55, dan Guntur, 34.

Dua korban meninggal dibawa ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Sementara korban luka-luka dibawa ke Rumah Sakit Dr R Hardjanto Balikpapan. (jpg/est/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!