Nilai Tukar Petani Sulbar Naik 1,74 Persen

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Selain 70 kota di Indonesia mengalami inflasi, 12 kota lainnya mengalami deflasi. Berdasarkan hasil survei harga konsumen bulan November 2018, di Pulau Sulawesi sendiri, dua kota yang mengalami deflasi adalah kota Parepare dan Mamuju

Terjadinya deflasi tersebut karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan penurunan indeks harga pada dua kelompok, yakni kelompok bahan makanan serta kelompok makanan jadi, minuman, dan tembakau.

Kepala BPS Perwakilan Sulbar, Winrisal, kepada wartawan di kantornya, Senin (3/12), menuturkan, dari sebelas kota di Pulau Sulawesi yang disampling BPS, terdapat sembilan kota yang mengalami inflasi dan dua lainnya mengalami deflasi, yakni Parepare dan Mamuju. Sedangkan untuk inflasi di Sulawesi, inflasi terjadi di Manado yang mencapai 1,84 persen.

Untuk perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) dibulan Nopember 2018 di Provinsi Sulawesi Barat mencapai 112,42 atau naik 1,74 persen jika dibandingkan NTP Oktober 2018.

Deflasi ditingkat pedesaan di Sulawesi Barat pada Nopember, kata Winrisal, sebesar 0,36. Ini dipicu pada indeks harga kelompok serta pengeluaran khusus pada bahan makanan yang telah mengalami penurunan.

NTP Sulawesi Barat pada periode Oktober sampai Nopember 2018, untuk NTP bulan Oktober sebesar 110,50 dan bulan Nopember 112,42. Dan indeks harga yang diterima petani pada Oktober sebesar 139.05 dan bulan Nopember 141,10. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani pada bulan sebesar Oktober 125,85 dan bulan Nopember 125,51.

”Nilai tukar petani dengan perbandingan harga indeks yang diterima petani terhadap harga yang dibayar petani adalah salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan daya beli petani,” kata Winrisal. (ala/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...