Kasus Skimming di Makassar, Bank Harus Tingkatkan Fitur Pengamanan – FAJAR –
Hukum

Kasus Skimming di Makassar, Bank Harus Tingkatkan Fitur Pengamanan

Konferensi Pers Pengungkapan Pelaku Kasus Skimming di Kantor Imigrasi TPI Klas 1 Makassar (Foto:Syamsul Alam/Fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Dua warga negara asing. (WNA) asal Bulgaria dideportasi oleh Kantor Imigrasi TPI Klas 1 Makassar, pada Rabu (5/12/18). Kedua WNA tersebut ditangkap dan telah menjalani masa tahanan selama 6 bulan, terkait kasus pembobolan ATM dengan teknik skimming.

Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka sengaja datang ke Indonesia untuk melakukan aksinya karena menganggap wilayah Indonesia kurang ketat dari segi pengamanan.

“Mereka juga mengaku kalau sistem pengamanan bank di Indonesia kurang aman. Beda dengan negara lain seperti Singapura satu ATM satu penjaga,”ujar Kepala Kantor Imigrasi TPI Klas 1 Makassar, Andi Pallawarukka saat konferensi Pers di Kantornya.

Kedua WNA ini tiba di Indonesia melalui bandara Soekarno – Hatta pada 2 Juni 2018 lalu, dengan menggunakan bebas visa kunjungan sementara (BVKS) yang berlaku selama 30 hari.

Saat melakukan aksinya, dua WNA ini membobol ATM bank BRI. Mereka memilih ATM yang sepi dan pengamanannya termasuk kurang untuk di jadikan target operasi.

Sementara itu, Kepala Grup Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Amanlison Sembiring mengatakan kasus pembobolan ATM memang sudah sering terjadi. Meskipun demikian, ia selalu menyampaikan kepada pihak bank untuk tetap menjaga fiturnya.

“Kalau masalah pembobolan bank itu kan relatif, tetapi bukan persoalan mudah dan tidak mudahnya, kalau sudah terjadi perlu maka mitigasinya perlu ditegakkan oleh bank tersebut,”tegasnya.

Amanlison menekankan, penjagaan ATM tidak mungkin dilakukan oleh security dalam 24 jam. Olehnya itu, pihak bank diminta untuk selalu memperhatikan fitur-fiturnya.

“Ini kan bukan sesuatu barang baru hal ini sudah lama terjadi. Olehnya itu saya selalu sampaikan kepada teman-teman bank harus ditingkatkan pengawasan. Tapi kalau pengawasan secara fisik saja itu tidak bisa optimal, harus membuat fitur keamanan terhadap produknya itu yang paling penting,”jelasnya.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada para nasabah untuk melakukan pergantian pin setiap sekali melakukan transaksi di ATM. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kejahatan seperti pembobolan ATM.

“Intinya bank harus selalu meningkatkan viturnya, baik itu fisik secara langsung tetapi bisa juga fitur keamanan baik itu yang ada di debiturnya maupun yang ada di kantornya,”pungkasnya. (sul/fajar)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!