Kasus Skimming di Makassar, Bank Harus Tingkatkan Fitur Pengamanan

Rabu, 5 Desember 2018 13:40
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Dua warga negara asing. (WNA) asal Bulgaria dideportasi oleh Kantor Imigrasi TPI Klas 1 Makassar, pada Rabu (5/12/18). Kedua WNA tersebut ditangkap dan telah menjalani masa tahanan selama 6 bulan, terkait kasus pembobolan ATM dengan teknik skimming.Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka sengaja datang ke Indonesia untuk melakukan aksinya karena menganggap wilayah Indonesia kurang ketat dari segi pengamanan.”Mereka juga mengaku kalau sistem pengamanan bank di Indonesia kurang aman. Beda dengan negara lain seperti Singapura satu ATM satu penjaga,”ujar Kepala Kantor Imigrasi TPI Klas 1 Makassar, Andi Pallawarukka saat konferensi Pers di Kantornya.Kedua WNA ini tiba di Indonesia melalui bandara Soekarno – Hatta pada 2 Juni 2018 lalu, dengan menggunakan bebas visa kunjungan sementara (BVKS) yang berlaku selama 30 hari.Saat melakukan aksinya, dua WNA ini membobol ATM bank BRI. Mereka memilih ATM yang sepi dan pengamanannya termasuk kurang untuk di jadikan target operasi.Sementara itu, Kepala Grup Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Amanlison Sembiring mengatakan kasus pembobolan ATM memang sudah sering terjadi. Meskipun demikian, ia selalu menyampaikan kepada pihak bank untuk tetap menjaga fiturnya.”Kalau masalah pembobolan bank itu kan relatif, tetapi bukan persoalan mudah dan tidak mudahnya, kalau sudah terjadi perlu maka mitigasinya perlu ditegakkan oleh bank tersebut,”tegasnya.

Bagikan berita ini:
6
10
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar