Keluarga Sempat Ragu, Polisi Pastikan Satu Warga Gowa Jadi Korban KKB – FAJAR –
Sulsel

Keluarga Sempat Ragu, Polisi Pastikan Satu Warga Gowa Jadi Korban KKB

Anggota Polres Gowa mendatangi rumah Agus yang menjadi korban penembakan KKB di Papua (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, GOWA – Polda Sulsel memastikan bahwa salah satu korban penembakan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, merupakan warga Kabupaten Gowa. Korban bernama, M Agus, 25, warga di Dusun Botong, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Gowa.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombespol Dicky Sondani mengatakan, kepastian itu didapatkan setelah pihaknya menindaklanjuti laporan dengan mendatangi rumah korban.

“Benar bahwa salah satu korban penyerangan di Papua atas nama M Agus,” kata Dicky melalui keterangan resminya di Makassar, Rabu (5/12).

Jajaran Polres Gowa mendatangi rumah korban untuk melalukan pengecekan identitas. Setelah diperiksa, ditemukan kecocokan dengan daftar pekerja yang menjadi korban dalam penembakan tersebut.

Dicjky melanjutkan, ibu kandung korban, Hasnawati Daeng Letteng, 41, mengaku bahwa anaknya berangkat ke Papua pada 4 November 2017 lalu. “Dengan tujuan bekerja untuk proyek jembatan,” ucap Dicky.

Agus merupakan putra dari pasangan suami istri almarhum Daeng Minggu dan Hasnawati. Bapak tirinya bernama Daeng Buang, bekerja sebagai petani.

Dicky menegaskan, Polres Gowa akan terus memantau perkembangan informasi evakuasi korban. Termasuk persiapan dan memfasilitasi pemulangan jenazah ke Gowa.

Muhammad Basir, kerabat Agus, mengatakan belum mendapatkan informasi detail mengenai kondisi keponakannya itu. Informasi terkait M Agus yang menjadi korban katanya sempat diragukan. Meski demikian, keluarga berharap Agus selamat dari peristiwa penembakan yang terjadi pada 1 Desember 2018 itu.

“Kita keluarga pasti harap dia selamat dan bisa kembali pulang ke kampung,” harap Agus saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media di Gowa.

Penembakan terjadi pada Sabtu 1 Desember dan Minggu 2 Desember 2018. Kelompok bersenjata menyerang pekerja PT Istaka yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak. Jembatan itu merupakan bagian dari program pembangunan Trans Papua.

Empat pekerja kabur dan menyelamatkan diri ke Pos TNI di Mbua. Tak berapa lama kemudian, kelompok bersenjata menyerang Pos TNI. Satu anggota TNI dikabarkan ikut menjadi korban tewas dalam serangan tersebut.

(rul/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!