Lagi, Dua WNA Asal Bulgaria Dideportasi Terkait Kasus Skimming – FAJAR –
Hukum

Lagi, Dua WNA Asal Bulgaria Dideportasi Terkait Kasus Skimming

Konferensi Pers Pengungkapan Pelaku Kasus Skimming di Kantor Imigrasi TPI Klas 1 Makassar (Foto:Syamsul Alam/Fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kementrian Hukum dan HAM Wilayah Sulsel melalui Kantor Imigrasi Klas 1 TPI Makassar kembali mengamankan dua Warga Negara Asing (WNA) dalam kasus pembobolan ATM dengan teknik skimming. Hal itu diungkap dalam kegiatan press release di Kantor Imigrasi Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar, Rabu (5/12/18).

Dua warga negara asing (WNA) tersebut yakni Stoyo Ghanchev Landzhev, dan Ivo Todorov Todorov akhirnya dideportasi ke negara asal.

Kepala Kantor Imigrasi Klas 1 TPI Makassar, Andi Pallawarukka mengatakan dua WNA ini tiba di Indonesia melalui bandara Soekarno – Hatta pada 2 Juni 2018 lalu, dengan menggunakan BVKS yang berlaku selama 30 hari.

“Pelaku sudah menjalani hukuman penjara selama 6 bulan di Lapas Klas 1 Makassar, dan dua hari yang lalu sudah selesai masa pidananya. Dan sekarang menunggu untuk pemulangannya,”ujar Andi Pallawarukka.

Ia menjelaskan, bahwa penangkapan terhadap dua tersangka ini saat sedang melakukan aksinya di Jalan Sungai Saddang kota Makassar.”Mereka ditemukan sama security, kemudian dilaporkan ke aparat kepolisian, dan dilakukan penangkapan,”lanjutnya.

Saat melakukan aksinya, dua WNA ini membobol ATM bank BRI. Dikatakan Andi Pallawarukka, dari pengakuan tersangka, mereka sengaja datang ke Indonesia untuk melakukan aksinya karena menganggap wilayah Indonesia kurang ketat dari segi pengamanan.

“Pihak kami hampir setiap hari melakukan pengawasan di wilayah kerja kita. Dan kita juga sudah membentuk tim pengawasan orang asing mulai dari kabupaten hingga kecamatan,”tukasnya.

Selain itu, salah satu tersangka sudah terhitung 5 kali melakukan aksi pembobolan ATM, dan satu pelaku mengaku baru pertama kali melakukan slimming tersebut.

Kedua WNA tersebut melanggar undang-undang hukum pidana Pasal 363 ayat 4, tentang pencurian yang dilakukan dua orang atau lebih dengan bersekutu.

Sebelumnya, kasus pembobolan ATM teknik skimming juga pernah terjadi di Makassar. Salah satunya pembobolan ATM oleh dua WNA Turki pada Juni 2017 dan dideportasi pada Maret 2018 kemarin usai menjalani masa hukuman 9 bulan. (sul/fajar)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!