Tahun Depan, 30 Bunga Bangkai akan Mekar di Kepahiang – FAJAR –
Daerah

Tahun Depan, 30 Bunga Bangkai akan Mekar di Kepahiang

Pengunjung memotret bunga bangkai (Amorphophallus titanum) yang mekar sempurna di konservasi Amorphophallus Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Rabu (11/7/2018). (ANTARA)

FAJAR.CO.ID, KEPAHIANG – Sebanyak 30 bunga bangkai jenis Amorphophallus titanum dan Amorphophallus gigas akan mekar sepanjang tahun 2019 di Taman Konservasi Bunga Bangkai, Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

“Kami menemukan ada sekitar 30 bunga bangkai yang telah melewati fase vegetatif dan akan segera mekar sepanjang 2019 mendatang,” kata salah seorang petugas Taman Konservasi Bunga Bangkai, Zulzum Dihamzal di Kepahiang, Rabu (5/12).

Dia menjelaskan, bunga bangkai mengalami dua fase dalam siklus hidupnya yang muncul secara bergantian, yaitu fase vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual). Selama fase vegetatif itulah muncul batang tunggal dan daun mirip pohon pepaya yang tumbuh selama sekitar dua tahun.

“Jika fase vegetatif itu selesai, maka pohon dan daun akan membusuk, lalu tumbuh bunga bangkai dari umbi yang terkubur di dalam tanah. Berat umbi bunga ini dapat mencapai 100 kilogram yang berfungsi sebagai cadangan makanan selama bunga mekar,” katanya menjelaskan.

Amorphophallus titanum merupakan bunga majemuk terbesar di dunia yang tingginya dapat mencapai 2,5 meter dan lebar kuntum 1,5 meter. Sedangkan Ammorphophallus gigas merupakan bunga majemuk tertinggi di dunia yang dapat mencapai lebih dari 4 meter, namun memiliki kuntum kecil.

“Kedua jenis bunga bangkai ini adalah endemik Pulau Sumatera yang langka. Karena itu, kami terus merawat bunga-bunga ini secara baik agar terhindar dari ancaman gagal mekar,” ujar Zulzum.

Perjalanan menuju lokasi Taman Konservasi Bunga Bangkai itu, menurut dia, tidak terlalu sulit. Pengunjung bisa menggunakan sepeda motor ataupun mobil selama satu jam dari Kota Bengkulu menuju Desa Tebat Monok di Kabupaten Kepahiang.

“Lokasinya berada persis di sisi jalan raya. Dari parkiran kendaraan, pengunjung dapat langsung melihat bunga ini. Kalau mau lebih dekat dan mencium aroma busuk, maka harus menuruni beberapa anak tangga menuju penangkaran,” paparnya.

Saat ini, kata Zulzum, di lokasi yang sama ada empat bunga bangkai jenis titanum yang sedang mekar. Ia memprediksi saat libur Natal akan ada satu bunga bangkai yang memasuki fase mekar sempurna.

“Akhir bulan ini akan ada lagi yang mekar, kemungkinan saat Natal. Pengunjung dapat menghabiskan waktu liburan itu dengan melihat, belajar dan berinteraksi dengan bunga terbesar di Planet Bumi ini secara langsung,” ucapnya.

Selain bunga bangkai, taman konservasi yang berada di sebelah kawasan hutan lindung Bukit Daun itu juga ditumbuhi inang bunga Rafflesia arnoldii yang juga merupakan bunga endemik Sumatera. (Ant)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!