Akting Tanpa Dialog, Raihaanun Aktris Terbaik di Festival Film Tempo – FAJAR –
Selebriti

Akting Tanpa Dialog, Raihaanun Aktris Terbaik di Festival Film Tempo

Akting Raihaanun di film 27 Steps of May diganjar Aktris Utama Pilihan di Festival Film Tempo 2018. (YouTube)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Setelah meraih Golden Hanoman Award atau film panjang Asia terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, 27 Steps of May, film garapan sutradara Ravi Bharwani dan penulis skenario Rayya Makarim ini pun mengantarkan Raihaanun menangi Aktris Terbaik di Festival Film Tempo 2018.

Raihaanun pun merasa senang karena dia tak menyangka bisa memenangkan piala tersebut. Apalagi, dia harus bersaing dengan nama besar di dunia seni peran, seperti Dian Sastrowadoyo dan Maudy Koesnaedi dalam kategori Aktris Utama Pilihan Tempo.

“Seneng banget ya, berarti kan aktingnya diakui,” tutur Raihaanun saat ditemui usai acara pengaugerahan Festival Film Tempo 2018 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/12) malam.

Terlebih, akting di film 27 Steps of May ini menjadi tantangan baru baginya. Pasalnya, film yang mengangkat isu kekerasan seksual ini hampir tidak menggunakan dialog.

“May ini nggak ada dialognya. Dialognya ada di akhir doang dikit. Terus, tentang traumatis dia abis diperkosa bergilir sama 3 orang,” ungkapnya.

Raihaanun sendiri terpilih memerankan film melalui proses casting. Dia tertarik dengan film 27 Steps of May karena kekuatan cerita dan tantangannya berakting tanpa dialog.

“Iya saya tertantang karena itu susah banget. Ini adalah karakter saya yang paling sulit yang saya mainkan. Karena biasanya kalau lewat dialog, saya bisa ngeluarin emosinya lewat dialog. Ini sama sekali nggak ada dialog. Jadi, melalui ekspresi dan gerak tubuh,” tukasnya.

Menurut sinopsis resmi, 27 Steps of May berkisah tentang May (Raihaanun), perempuan yang diperkosa oleh sekumpulan geng delapan tahun silam saat masih berusia 14 tahun. Ayahnya (Lukman Sardi) sangat terpukul dan menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa menjaga sang putri.

Keduanya kemudian menjalani rutinitas membosankan demi mencoba hadapi trauma tersebut. Hidup monoton keduanya kemudian menjadi lebih berwarna dengan kehadiran tetangga baru mereka, seorang pesulap (Ario Bayu). Serta upaya mendorong progress yang tak henti dilakukan oleh kurir (Verdi Solaiman).

Film ini sudah tayang perdana di Busan International Film Festival 2018 pada awal Oktober lalu. Rencananya, film festival tersebut akan masuk bioskop Indonesia pada Mei 2019 mendatang. (yln/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!