Dirjen Perhubungan Tawarkan Makassar Sistem Ganjil Genap, Kadishub : Perlu Kajian Panjang – FAJAR –
Sulsel

Dirjen Perhubungan Tawarkan Makassar Sistem Ganjil Genap, Kadishub : Perlu Kajian Panjang

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Muhammad Mario Said (Foto: Syamsul Alam/Fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kementrian Perhubungan (Kemenhub) mendorong diterapkannya sistem ganjil genap pada kota-kota besar, seperti Kota Makassar. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan pada ruas-ruas jalan yang sudah sangat padat.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Mario Sudah mengatakan bahwa memang Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Darat menawarkan kepada Pemerintah Kota Makassar menerapkan sistem ganjil genap.

Namun, untuk pemberlakuan sistem ini juga memerlukan kajian dan proses panjang. Mengingat ruas jalan yang terbilang padat yakni Jalan AP Pettarani sedang dalam proses pembangunan.

“Kalau misalkan sudah selesai kita juga mesti lihat dengan adanya Tol Layang bisa mengurangi kemacetan, kita lihat lagi kemungkinan pada jalan lain, misalnya kemacetan berpindah ke Jalan Jenderal Sudirman, itu juga perlu proses yang panjang dan perlu kajian akademisi. Dan perlu pembicaraan bersama dengan stecholder untuk melakukan itu,”ujarnya saat ditemui di ruangannya, Jumat (7/12/18).

Menurutnya, pemberlakuan sistem ganjil genap tidak serta merta dilakukan begitu saja. Perlu adanya kajian akademis yang membutuhkan waktu lama, dan biasanya membutuhkan banyak anggaran untuk program tersebut.

“Jadi tidak serta merta dilakukan perubahan itu, perlu ada pemikiran tentang ini sehingga masyarakat tidak kaget,”terangnya.

Meskipun hanya sebagai saran dari Kementrian Perhubungan, akan tetapi banyak solusi yang bisa diterapkan untuk mengurai kemacetan seperti, management traffic, atau hal lainnya.

“Tapi kendalanya sekarang kan Jalan AP Pettarani ada perbaikan, tidak mungkin kita berlakukan sistem ganjil genap dalam kondisi seperti itu,”tukasnya.

Walaupun pemberlakuan sistem ganjil genap tidak memungkinkan untuk saat ini, Mario mengaku bahwa sistem tersebut menjadi salah satu solusi mengurai kemacetan.”Tapi jika itu dibutuhkan, karena prosesnya memang panjang,”pungkasnya.(sul)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!