Giliran Polda Metro Proses Habib Bahar – FAJAR –
Hukum

Giliran Polda Metro Proses Habib Bahar

Polda Metro Jaya akan mulai proses penyidikan kasus Habib Bahar bin Smith (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA –  Habib Bahar bin Smith telah ditetapkan sebagai tersangka perkara ujaran kebencian oleh penyidik Bareskrim. Kini giliran Polda Metro Jaya bakal melakukan penyidikan kepada tokoh penceramah Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan kepada Habib Bahar bin Smith. Dikatakannya, sejauh ini penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi atas kasus ujaran kebencian dan penghinaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami tidak bisa ikut-ikutan (penetapan tersangka) ya. Semuanya sesuai fakta hukum di lapangan. Ada sekitar lima saksi lebih yang diperiksa. Saksi ahli juga sudah,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (7/12).

Ia mengatakan, hasil penyidikan akan dilakukan evaluasi terkait hasil pemeriksaan sejumlah saksi itu. Dari hasil itu, Penyidik Ditkrimsus akan menetapkan tersangka atau pelaku yang ditetapkan.

“Siapakah sebagai tersangka, pelakunya yang akan ditetapkan, kami masih menunggu,” katanya.

Dalam menentukan keputusan tersangka, Ditkrimsus Polda Metro Jaya masih menjalani mekanisme aturan hukum yang sedang berjalan. “Tentunya calon pelaku atau tersangka belum kami putuskan, semua lewat mekanisme,” kata Argo.

Penyidikan kasus Habib Bahar nin Smith bermula dari laporan Muannas Alaidid. Dia melaporkan tokoh FPI itu ke Sentra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Rabu (28/11) lalu. Habib Bahar bin Smith dilaporkan karena dinilai menghina Presiden Jokowi.

Bahar dilaporkan melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas UU No 11/2008 Tentang ITE dan Pasal 4 huruf b angka 2 juncto Pasal 16 UU No 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 207 KUHP dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun penjara.

Laporan tersebut diterima polisi dengan nomor TBL/6519/XI:2018/PMJ/ Ditreskrimsus Tertanggal 28 November 2018. (wiw/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!