Harga Bahan Pokok Naik, Pembeli Pusing Hingga Kurangi Belanjaan – FAJAR –
Ekonomi

Harga Bahan Pokok Naik, Pembeli Pusing Hingga Kurangi Belanjaan

ilustrasi. (net)

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2019 harga komoditas pangan merangkak naik. Mulai dari harga daging ayam, telur ayam, cabai merah, dan lainnya. Hal itu membuat pembeli bingung, bahkan harus mengurangi belanjaan.

Sebagaimana diketahui, harga normal daging ayam Rp 32 ribu naik menjadi Rp 26 ribu per kilogram, telur ayam naik menjadi Rp 27 ribu dari sebelumnya Rp 23 ribu per kilogram, cabai merah Rp 40 ribu per kilogram.

Salah satu pembeli Elis Mirawati, 35, mengatakan kebingungan mengatur uang belanja dalam sepekan ini. Karena harga sudah mulai naik, sedangkan kebutuhan harus tetap terpenuhi.

“Sudah naik lagi, bingung enggak beli tapi butuh buat anak-anak,” kata Elis di Pasar Tradisional Kiaracondong, Bandung, Jumat (7/12).

Dalam mengantisipasi kebutuhan sehari-hari, Elis tetap membeli bahan pokok namun sedikit dikurangi. Seperti bawang merah, cabai merah, dan bumbu dapur lainnya.

“Iya kalau ada enggak dikurangi karena disesuaikan sama jumlah anak saya. Paling bumbu-bumbunya saja kaya cabai, bawang itu ya sedikit dikurangi lah,” ujarnya.

Menurutnya dalam sepekan ini, harga naik namun tidak terlalu tinggi atau masih dikatakan stabil. Namun diperkirakan pekan depan hingga mendekati tahun baru kemungkinan akan meningkat seperti tahun sebelumnya.

“Terasa naiknya tapi masih terjangkau sih. Cuma nanti besok kan enggak tahu akan tetap atau naik lagi. Ya semoga saja pemerintah Bandung bisa menstabilkan harga biar belanjaan enggak banyak yang dikurangi,” ungkapnya.

Penjual ayam Lilis Yuliawati, 57, mengatakan harga ayam sudah meningkat sejak awal Desember karena kebutuhan atau permintaan pembeli meningkat jelang Natal dan Tahun Baru 2019. Selain itu musim hujan pun menjadi faktor harga naik.

“Tapi memang faktor menjelang tahun baru dan musim hujan jadi ayam banyak yang mati. Ini mungkin bakal terus naik lebih mahal lagi pas tahun baru,” ungkap Lilis di pasar Tradisional Kiaracondong Bandung, Jumat (7/12).

Ia juga berharap agar pemerintah bisa menstabilkan harga dan menjaga pasokan. Sehingga tidak ada kejadian naik turun hingga tahun baru nanti. “Turunin harga kalau enggak otomatis stok dagangan bakal dikurangi,” tuturnya.

Pengakuan penjual hingga saat ini belum ada petugas untuk melakukan sidak ke pasar Kiaracondong. Berharap pemerintah bisa langsung memonitoring di lapangan agar tidak terjadi kenaikan yang lebih tinggi. (ona/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!