Wawancara Jubir OPM, Ini Alasan Pembantaian Pekerja Trans-Papua

Jumat, 7 Desember 2018 19:00

Ilustrasi OPM

Itu kan versi TNI dan Polri. Kami menyerang secara terencana. Setahun lalu kami juga menyerang proyek pembangunan.Adakah pekerja yang disandera?Tidak ada, semua tewas. Kami menyerang proyek dan sebuah pos TNI. Kami yang bertanggung jawab.Bukankah proyek itu untuk menyejahterakan rakyat Papua?Kami tidak membutuhkan pembangunan. Yang kami butuhkan adalah kesempatan menentukan nasib sendiri dengan referendum.Ada warga sipil yang diketahui menjadi korban, bagaimana itu?Jika mengetahui ada warga sipil, tentu kami tidak akan melukai. Bila benar ada warga sipil menjadi korban, tentunya itu tanggung jawab TNI. Seharusnya serahkan semuanya ke sipil. Selama ada TNI, kami serang.Bagaimana bila pemerintah melobi TPNPB-OPM?Tidak ada lobi, yang ada bila mau ditempuh adalah perundingan tingkat tinggi. Dengan tiga pihak, Indonesia, TPNPB-OPM, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Perundingan segi tiga untuk menentukan nasib rakyat Papua.Mengapa begitu kerasnya ingin menentukan nasib sendiri?TNI dan polisi Indonesia ini memperlakukan kami seperti binatang. Banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Pada 1977, ada pembantaian 500 ribu orang tua kami. Warga Papua diberangus. Itulah mengapa kami membentuk militer.

Bagikan berita ini:
8
2
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar