Elektabilitas Paslon Petahana Cenderung Stagnan, Begini Strategi TKN – FAJAR –
Pilpres 2019

Elektabilitas Paslon Petahana Cenderung Stagnan, Begini Strategi TKN

Jokowi-Ma'ruf Amin saat di tengah relawan dan pendukungnya. (Boy Slamet/Jawa Pos Group)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Elektabilitas pasangan calon (paslon) presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin disebut stagnan. Berdasarkan survei LSI Denny JA, tingkat keterpilihan paslon petahana itu berada di level 53,2 persen.

Meski begitu, tampaknya kondisi ini bukanlah momok bagi tim. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Karding Karding optimistis, elektabilitas jagoannya bakal naik seiring bergeraknya Ma’ruf Amin.

“Karena Pak Jokowi (yang bergerak), elektabilitasnya (hanya) 53 persen. Berarti tinggal angkat 17 atau 16 persen,” ujar Karding di dalam konsolidasi Jokowi-Ma’ruf Amin di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (8/12).

Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin memang menargetkan elektabilitas capres-cawapres nomor urut 01 itu berada di angka 70 persen. Sehingga waktu empat bulan ini, bakal dimanfaatkan oleh Ma’ruf Amin untuk menaikkan mereka.

“Waktu empat bulan ini akan kami angkat 17 persen,” katanya.

Karding menambahkan, Ma’ruf akan banyak bergerak ke daerah-daerah yang masih kental isu keagamaan, seperti Jawa Barat dan Banten. “Kami akan fokuskan beliau (Ma’ruf Amin) di daerah-daerah yang ada isu-isu tertentu. Dan beliau memang dalam bidang itu (menjawab isu keagamaan),” pungkasnya.

Sebelumnya, ‎hasil survei terbaru survei LSI Denny JA menunjukkan, elektabilitas kedua paslon tidak mengalami peningkatan signifikan, malah cenderung stagnan selama dua bulan masa kampanye. Peneliti LSI Rully Akbar menilai, hal itu terjadi karena tidak adanya adu gagasan antara tim kampanye masing-masing paslon.

Menurut Rully, hingga saat ini tim kampanye pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, masih berkutat pada isu-isu sensasional dan tidak substantif.

Berdasarkan hasil survei November 2018, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf berada pada angka 53,2 persen. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga sebesar 31,2 persen.

Sementara, responden yang masih belum menentukan pilihan sebesar 15,6 persen. Elektabilitas kedua pasangan, kata Rully, tidak banyak bergerak jika dibandingkan sebelum masa kampanye.

Pada Agustus 2018, LSI mencatat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 52,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 29,5 persen. Sedangkan responden yang belum menentukan pilihan sebanyak 18,3 persen.

(gwn/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!