Guru Besar Undip: Penegakan Hukum di Indonesia ‘Trial by the Press’ – FAJAR –
Hukum

Guru Besar Undip: Penegakan Hukum di Indonesia ‘Trial by the Press’

Guru Besar Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Profesor Suteki menilai penegakan hukum di Indonesia terjebak dalam trial by the press. (dok. JawaPos.com)

FAJAR.O.ID, SEMARANG – Guru Besar Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Profesor Suteki menilai penegakan hukum di Indonesia terjebak dalam trial by the press. Akibatnya, tujuan penegakan hukumnya hanya sebatas untuk memenuhi kepuasan publik belaka.

“Ini yang saya katakan, kita terjebak pada trial by the press. Itu yang seharusnya kita hindari dalam penegakan hukum,” ucap Suteki ketika ditemui Sabtu (8/12).

Padahal, menurut Suteki, penegakan hukum tidak boleh terpengaruh pada penilaian masyarakat. Suteki menambahkan, semestinya penegakan hukum tidak boleh terpaku pada penilaian masyarakat sebab masyarakat bukanlah ukuran.

“Kita tidak boleh terpaku pada persoalan bagaimana penilaian masyarakat dan bagaimana kita mencoba memuaskan masyarakat, tidak bisa begitu,” tuturnya.

Menurutnya, jika masyarakat dijadikan ukuran, maka apapun yang dikata baik oleh masyarakat maka hukum pun menilainya baik. Begitu juga sebaliknya.

“Karena masyarakat bukan ukuran. Emile Durkheim mengatakan, jika masyarakat menjadi ukuran, akan terjadi apa? Yang dianggap masyarakat itu baik, dikatakan (hukum) itu baik. Ketika masyarakat mengatakan itu jelek, maka itu jelek (di mata hukum). Nggak bisa seperti itu,” jelasnya.

Suteki berharap yang menjadi standar kebenaran dalam penegakan hukum adalah logika hukum atau logika keadilan. “Perlu juga dikatakan bahwa hukum dan keadilan tidak dalam satu ruang. Jadi menegakkan hukum tidak identik dengan menciptakan keadilan,” pungkasnya. (ipp/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!