Indikasi Pungli, Ombudsman Periksa Kepsek dan Bendahara MAN 2 Makassar

Sabtu, 8 Desember 2018 10:44

Ilustrasi pungli.

Alasan pungutan pun macam-macam. Seperti dana BOS yang tidak mencukupi untuk menggaji guru honor dan sekuriti sekolah, dan sejumlah dalih lainnya.“Padahal itu tidak bisa. Pelanggaran berat itu,” tegas Subhan.Dia menambahkan, pemeriksaan kasus ini akan dilaksanakan secara maraton. Termasuk komite sekolah yang di dalamnya diketahui ada aparat hingga anggota dewan.Dihubungi terpisah, Kepala MAN 2 Makassar Kaharuddin, membantah ada pungli di sekolah yang dipimpinnya.“Saya sudah klarifikasi ke Ombudsman, bahwa itu adalah sumbangan swadaya orang tua. Sudah dari dulu ada,” katanya.Ia menyebut, swadaya orang tua itu merupakan iuran komite sekolah. Dananya digunakan untuk membiayai kegiatan di luar tanggungan dana BOS.“Jadi ada kegiatan lomba-lomba yang anggarannya Rp90 juta, sementara alokasi dananya hanya Rp20 juta. Maka iuran itu digunakan,” ungkapnya.Selain itu, iuran tersebut digunakan untuk mengaji tenaga guru honorer, program pendidikan karakter, dan biaya lainnya yang sudah diprogramkan.“Sejak saya terangkat jadi PNS tahun 1998, swadaya orang tua ini sudah ada,” tuturnya.Terkait soal ancaman, ia mengaku jika ada kesalahpahaman yang terjadi. Saat itu, seorang wali kelas hanya menyampaikan kepada siswa yang bersangkutan jika kartu ujiannya ditahan dulu.“Sementara temannya sudah diberikan. Dan wali kelas yang sampaikan ini tidak koordinasi dulu dengan saya. Tidak ada yang ditahan sebenarnya. Karena hari Senin sudah dikasikan. Hanya salah tangkap saja,” kilahnya. (rhm/bkm/fajar)

Bagikan berita ini:
10
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar