Sebentar Lagi Ada Padi Solusi Gagal Tumbuh pada Balita

Minggu, 9 Desember 2018 22:41

Jakarta – Angka penderita kekurangan gizi, khususnya seng/ zat besi (Zn), di seluruh dunia – termasuk di Indonesia masih tergolong tinggi. Dan salah satu akibat dari kekurangan gizi Zn adalah gagal tumbuh (stunting) pada anak-anak. Demikian dijelaskan oleh Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri dalam kunjungannya di Balai Besar Bepelitian Tanaman Padi (08/12/12).Menurutnya, Zn merupakan unsur gizi yang vital bagi manusia. Terlebih masalah stunting saat ini telah mengemuka dan pemerintah telah menerbitkan daftar 100 kabupaten dengan permasalahan stunting yang perlu diprioritaskan penanganannya.”Zn merupakan komponen-komponen lebih dari 300 enzim yang berfungsi antara lain untuk penyembuhan luka, menjaga kesuburan, sintesa protein, dan meningkatkan daya tahan tubuh, dan berbagai fungsi terkait kesehatan dan produktivitas manusia”, ujar Kuntoro.Makanan Pokok Sebagai Solusi StuntingSalah satu upaya untuk mengurangi jumlah penderita kekurangan gizi Zn antara lain adalah dengan mengkonsumsi beras yang memiliki kandungan Zn tinggi. Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Kementan, Priatna Sasmita menjelaskan bahwa upaya perakitan varietas padi dengan kandungan Zn tinggi untuk Indonesia telah dilakukan secara kolaboratif dengan lembaga-lembaga penelitian seperti Institut Penelitian Padi Internasional (International Rice Research Institute-IRRI)dan Harvest Plus Project.Kegiatan awalnya telah dilakukan oleh peneliti BB Padi Dr. Untung Susanto dan tim antara lain melalui pengenalan materi generasi awal hingga lanjut dari IRRI, yang didesain untuk menghasilkan varietas baru yang memiliki kandungan Zn beras tinggi. Pengujian dilakukan oleh BB Padi meliputi tahapan seleksi, observasi, hingga uji daya hasil.

Komentar