Kasihan, Gara-gara Dokter Mogok, Pasien RSU Massenrempulu Enrekang Terlantar

Senin, 10 Desember 2018 - 15:11 WIB

FAJAR.CO.ID, ENREKANG – Puluhan pasien rawat jalan dari berbagai daerah  di Enrekang yang hendak berobat di Rumah Sakit Umum (RSU) Massenrempulu,  Enrekang, Senin 10 Desember, telantar.  Mereka terpaksa batal berobat dan kembali ke rumah masing-masing, karena seluruh dokter yang bertugas, mogok kerja.

Mogok dikarenakan tambahan penghasilan (TP) 19 dokter tidak terbayarkan  sejak enam bulan terakhir. “Tadi ada pasien mau melahirkan, terpaksa harus  pulang karena tak ada dokter. Belum lagi dengan banyaknya pasien yang  kecewa tidak ada pelayanan, padahal kampungnya jauh-jauh,” ujar salah  seorang kerabat pasien.

Terpisah, Ketua IDI Enrekang, dr Hasrianto yang ditemui sejumlah awak  media di RSU Massenrempulu, enggan menanggapi hal itu. “tidak, tidak,”
ujar dr. Hasrianto.

Direktur RSUD Massenrempulu, dr Muh Yusuf, membenarkan kejadian tersebut.  “Iya benar, mereka tidak melayani pasien yang rawat jalan, sebab dokter  menuntut tambahan penghasilannya dibayarkan,” kata dr Yusuf.

Jayadi Suleman, salah seorang anggota DPRD Enrekang menyayangkan tidak  adanya pelayanan yang dilakukan dokter di RSUD Massenrempulu. “Ini sangat  disayangkan, mereka mesti tetap mengedepankan pelayanan, karena ini  menyangkut nyawa manusia,” kesal Jayadi.

Menurutnya, anggaran rumah sakit tidak dikurangi, bahkan ditambah. “Jangan  kalau presentase di DPRD selalu beres, borronya ji bicara. Katanya tidak  ada keluhan, tapi kalau kejadian seperti ini, kan sungguh kasihan pasien  yang datang dari jauh,” tandasnya.

Menyikapi hal itu, Wakil Bupati Enrekang, Asman, langsung mengambil tindakan cepat dengan menyelesaikan pembayaran. “Sudah kita selesaikan, tidak ada persoalan,” singkatnya. Namun upaya Asman tetap tidak membuat pelayanan di RSU Massenrempulu normal kembali sepanjang Senin tadi. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.