Dihadapan Ketua KPK, Putri Maspul Paparkan Demokrasi Tanpa Korupsi

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, ENREKANG - Pemaparan oleh Komisioner KPU Enrekang, Rahmawati Karim tentang demokrasi tanpa korupsi dihadapan Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, serta Menteri Agama Lukman Hakim, membuat peserta terkesima. Pemaparan itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam acara talkshow kekuatan perempuan inspirasi perubahan dengan materi berdemokrasi tanpa korupsi, dalam rangka peringatan hari antikorupsi sedunia (hakordia) tahun 2018 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, belum lama ini. Ia mengatakan, potensi korupsi dalam proses demokrasi cukup besar, mulai dari tahapan persiapan hingga tahapan penyelenggaraannya. Jika penyelenggaranya berintegritas maka potensi pun dapat diminimalisir bahkan dihindari. Apalagi dalam proses demokrasi ini, penyelenggara banyak menghadapi intervensi kepentingan. "Semuanya tergantung dari penyelenggarannya. Jika berintegritas, semua akan terlewatkan dan berjalan secara normal, "kata Rahma sapaan akrab Rahmawati Karim, Jum’at, (07/12/18). Untuk itu dibutuhkan penanaman nilai-nilai integritas bagi penyelenggara pemilu. Sehingga tantangan dalam menghadapi masalah intervensi dapat dilalui tanpa harus menyalahgunakan kewenangan. "Intinya dari kita penyelenggara dulu karena kita yang bersentuhan baik peserta juga pemilih,"jelasnya sembari menambahkan jika tidak cukup pada penyelenggara yang berintegritas tapi juga pesertanya harus berintegritas untuk melahirkan proses demokrasi yang berkualitas.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan