Program Kawasan Kuliner Masih Terkendala Maraknya THM

Selasa, 11 Desember 2018 - 11:33 WIB

FAJAR.CO.ID. MAKASSAR — Program mengubah Jalan Nusantara menjadi kawasan kuliner masih terkendala dengan adanya Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi hingga larut malam.

Ketua Komisi C Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Rahman Pina mengaku, masih melihat adanya tempat usaha hiburan di kawasan Jalan Nusantara yang masih beroperasi saat ini. Namun semua usaha itu diyakini adalah usaha yang belum habis masa izinnya.

“Untuk membangun kawasan kuliner di Jalan Nusantara itu tidak semudah dengan membalikkan telapak tangan atau membeli kerupuk, apalagi ini menyangkut dengan infrastruktur. Tetapi langkah awal diambil pemerintah kota sudah benar dengan tidak lagi memperpanjang izin usaha yang ada di kawasan. Jadi tinggal menunggu izin-izin usaha disana habis dan lalu diubah menjadi kawasan kuliner seperti yang direncanakan,” kata legislator dari Golkar Makassar, Senin (10/12).

Rahman Pina mengaku sangat mendukung semua upaya dan langkah awal yang diambil pemerintah kota dengan membangun pedestrian dan tidak lagi memperpanjang izin usaha khususnya bagi THM yang berada di kawasan Jalan Nusantara. Sehingga THM yang memiliki masa izin sudah berakhir harus bersedia beralih menjadi usaha-usaha seperti yang sampaikan pemerintah kota seprerti cafe dan resto dan sebagainya.

“Sebenarnya program ini sudah berjalan dengan terbukti sudah tidak ada lagi perpanjangan izin THM yang berada di Jalan Nusantara. Ini penutupan secara bertahap yang dilakukan pemerintah kota. Karena tidak bisa langsung menutup tempat usaha yang belum berakhir izinnya. Jadi ditunggu saja,” sebutnya.

Meski demikian, ia tetap berharap program ini harus bisa diwujudkan pemerintah kota dalam menghilangkan citra negatif yang melekat di Jalan Nusantara. Meski dengan proses yang panjang dan tidak mudah.

“Kami mendukung program ini dan kami mengeti ini perlu proses waktu yang tidak mudah. Dan rencana ini diyakini dapat dibuktikan ditahun berikutnya,” tutupnya.

Sehari sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar merencanakan akan mengoperasikan kawasan kuliner awal 2019 mendatang.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto juga sempat menjanjikan jika kawasan itu dioperasikan tahun depan.

Rencana inipun dibenarkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Ansar. Ansar juga berharap, memasuki 2019 mendatang, kawasan ini telah menjadi kawasan kuliner.

Hingga saat ini, Dinas PU Makassar terus berupaya menyelesaikan pelataran kawasan kuliner. Pelataran ini dibuat seperti Pedestrian Bintang Lima atau Bundaratta. Diatasnya akan berjejer meja-meja yang menjajakan berbagai makanan khas nusantara.

Pelataran ini pun diperkirakan Ansar akan selesai tepat akhir tahun ini. Sehingga di awal tahun depan, para pedagang sudah bisa menjajakan berbagai kuliner yang disajikan.

Namun dikatakan Ansar, yang diperbolehkan berjualan di kawasan tersebut bukanlah masyarakat luas. Melainkan dirinya akan memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada para pemilik rumah maupun toko yang berada di jalan tersebut untuk berjualan.

“Tapi kulinernya bukan berarti undang orang lain datang ksitu menjual. Kita beri kesempatan buat yang punya toko di situ menjual. Selema ini kan mereka menjual didalam, sekarang silahkan menjual diluar,” kata Ansar.

Ansar pun menegaskan, Dinas PU sebenarnya bukan hanya fokus mengerjakan pelataran kawasan kuliner tersebut. Ia juga berencana nantinya akan membangun atap di sepanjang kawasan itu. Anggaran yang baru direncakannya untuk membangun atap itu pun dikatakan Ansar sekitar Rp8 miliar.

“Untuk awal kan pelatarannya dulu, kalau pelataran sudah jadi silahkan menjual disitu. Bisa menjual tapi akan diatur lebih lanjut, silahkan koordinasi ke pemkot. Selanjutnya nanti kita juga berencana bangun atapnya, kalau sudah ada anggarannya. Tapi jangan bayangkan kayak atap rumah. Di atap itu akan kita buat bermotif. Fungsinya selain pelindung, juga sebagai hiasan,” jelasnya. (arf/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.