Dana Hibah untuk KONI Sulsel Dihapus, Cabor Malah Mendukung

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Hilangnya dana hibah untuk KONI Sulsel membuat beberapa cabor harus mengadaptasi aturan baru. Meski begitu, aturan yang bakal bersentuhan dengan Dispora Sulsel itu dianggap takkan menemui banyak kendala.
Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Sulsel, Nukhrawi Nawir tak mempermasalahkan penganggaran melalui Dispora itu. Ia menilai, dana-dana yang akan dikelola tiap cabor bakal lebih jelas alurnya.
Sebelumnya, KONI Sulsel dianggap menerapkan sistem "pilih-kasih" dalam mencairkan dana pembinaan olahraga kepada masing-masing cabor. Kesenjangan antara beberapa cabor terlihat sangat jelas.
"Justru dana cabor lebih jelas dibandingkan waktu di KONI dulu hanya dalam bentuka gelondongan dan tergantung KONI berapa yang mau dikasih cabor kalau dia mengajukan proposal. Kadang ada lebih Rp100 juta kalau kejurnas, ada juga hanya Rp11 juta dan Rp25 juta., tergantung penilaian (subjektif) KONI," ungkap mantan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulsel ini, Rabu, 12 Desember.
Selain itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Sri Endang Sukarsih menganggap penghapusan dana hibah hingga pengalihan kewenangan tersebut bukan keputusan pihaknya. Mereka hanya menjalankan rumusan pemerintah provinsi (pemprov) Sulsel yang diputuskan bersama anggota dewan. Tentunya, kata Endang, pengalihan itu karena berbagai pertimbangan yang matang.
"Banyak poin yang menyebabkan itu. Diantaranya mungkin seperti banyak pengurus cabor yang mengeluh soal pembinaan, juga tidak ada laporan pertanggungjawaban untuk pengeluaran dana. Sementara laporan pertanggungjawaban begitu kan sangat penting bagi pemprov. Yah, seharusnya memang KONI mesti introspeksi diri," bebernya. (mam)
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : irwan kahir


Comment

Loading...