La Nyalla Janji Potong Leher, Anak Buah 08 Ingat Kupingnya Ruhut

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Janji bakal potong leher diucapkan oleh mantan kader Partai Gerindra La Nyalla Mataliti. Hal itu bakal ia lakukan apabila pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin kalah di Madura, Jawa Timur.

Menanggapi hal itu, Ketua DP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria mengaku bakal menunggu janji yang diucapkan oleh La Nyalla Mataliti untuk memotong lehernya.

“La Nyalla itu janji potong leher kalau Jokowi kalah di Madura, ya kita lihat saja,” ujar Riza Patria di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/12).

Riza berharap, janji itu jangan seperti mantan Kader Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang dahulu berjanji bakal memotong kupingnya apabila Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kalah di Pilpgub DKI.

Padahal di Pilgub 2017 lalu Ahok kalah dari Anies Baswewan, namun Ruhut Sitompul tidak juga memotong kupingnya untuk membuktikan apa yang dahulu dikatakannya.

“Ruhut janji kalau Ahok kalah kupingnya dipotong, tapi beberapa kali saya ketemu Ruhut kupingnya masih tetap ada dua, enggak dipotong tuh,” katannya.

Namun demikian Riza Patria berharap para politikus jangan membuat janji yang bakal ia tidak lakukan. Pasalnya apabila terbukti politikus itu bakal malu sendiri kalau tidak ditepati.

“Saya kira teman-teman enggak usah buat statmen berlebihan dan kontroversi yang akhirnya malu sendiri,” pungkasnya.

Sebelumnya, La Nyalla optimistis pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan memetik kemenangan di Pulau Madura pada Pilpres 2019. Bahkan, mantan Ketua Umum PSSI itu menantang potong leher dirinya bila Prabowo-Sandi bisa menang di pulau yang masuk wilayah Jawa Timur itu.

Adapun pada Pilpres 2014, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) kalah dari Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di empat kabupaten di Madura.  Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, total perolehan suara Prabowo-Hatta di Pulau Madura sebanyak 830.968. Sedangkan untuk sementara Jokowi-JK berjumlah 692.631 suara.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan, ‎pengakuan La Nyalla telah membuktikan isu hoaks Jokowi adalah bagian dari PKI adalah tidak benar.

Bahkan Jokowi yang mengatakan banyak masyarakat percaya dirinya PKI juga bukan isapan jempol. Sehingga adanya pengakuan ini bisa membuktikan isu Jokowi PKI adalah hoaks.

“Saya kira isu yang selalu dihembuskan di akar rumput tentang PKI yang dialamatkan ke Pak Jokowi bukanlah isapan jempol. Pengakuan La Nyalla membuktikan bahwa isu itu akan terus dihembuskan. Padahal isu itu tidak benar sama sekali,” ujar Ace kepada JawaPos.com (Grup Fajar), Rabu (12/12).

Diketahui, sebelumnya, Ketua Kadin Jawa Timur, La Nyalla Mataliti telah menyatakan dukungan untuk pasangan capres dcawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Hal ini tentu menjadi tanda tanya mengingat sebelumnya dia merupakan anak buah Prabowo Subianto di Gerindra. Bahkan dia kala itu cukup vokal mengkritik Jokowi.

Disinggung mengenai itu, La Nyalla mengatakan, telah meminta maaf langsung kepada Jokowi atas sejumlah serangan yang pernah dilakukannya. Termasuk tudingannya yang menyebut Jokowi PKI.

“Saya datang ke beliau (Jokowi, Red), saya minta maaf. Bahwa saya yang isukan Pak Jokowi PKI. Saya yang fitnah Pak Jokowi Kristen, Cina. Saya yang sebarkan (majalah, Red) Obor di Jawa Timur, Madura,” kata La Nyalla. (gwn/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...