Jokowi Ingin Pengelolaan Kawasan Batam Lebih Maksimal

Kamis, 13 Desember 2018 18:07

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Poros maritim nasional yang diperkuat oleh kapasitas sumber daya manusia, menjadi salah satu terobosan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasilnya, berdasarkan Indeks Daya Saing Global Indonesia naik ke peringkat 45 di 2018 dari peringkat 47 pada 2017.Selain itu, Indonesia berhasil naik peringkat dari negara tidak layak investasi di 2014, menjadi negara dengan peringkat layak Investasi. Data itu berdasar tiga lembaga pemeringkat internasional terkemuka, yaitu oleh Moody’s, Fitch dan Standard & Poor.Tidak puas sampai disitu, Presiden Jokowi ingin meningkatkan daya saing di berbagai bidang di kawasan Batam. Semua itu untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan.”Kita ingin Batam dan sekitarnya yang memiliki posisi strategis betul-betul bisa dikembangkan secara maksimal sehingga memiliki daya saing untuk kawasan ekonomi dan daya tarik untuk investor,” ujar Jokowi dalam keterangan resminya, Kamis (13/12).Jokowi menambahkan, dengan dikembangkannya berbagai sektor di wilayah Batam diharapkan terciptanya sebuah kawasan yang lebih potensial.”Saya kira perlu dikelola lebih profesional lagi sehingga Batam menjadi sebuah kawasan yang benar-benar bisa kita kembangkan, terutama untuk sentra industri,” katanya.Lebih lanjut, Jokowi juga mengaku, pada saat terakhir dirinya ke Batam, sudah banyak melihat potensinya yang sangat besar, tapi mungkin di sisi kecepatan pelayanan yang paling banyak memang keluhan di bidang urusan pertanahan. “Kita terus kerja dan benahi semuanya,” pungkasnya. (jpg/sat/JPC)

Komentar


VIDEO TERKINI