Kopel Desak Kejati Usut Penggunaan Dana Hibah KONI Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Komite Pemantau Legislatif (Kopel) mendesak Kejati Sulsel untuk menyelidiki dugaan penyelewengan pada penggunaan dana hibah yang dikelola oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel.

Dana hibah yang dimakdsud belum tuntas adalah pertanggungjawaban anggaran untuk biaya pelaksanaan PORDA Sulsel tahun 2017 senilai Rp32 miliar dan biaya PON 2016 sebesar Rp62 miliar.

Wakil Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Herman mengatakan, hingga kini pelaporan penggunaan dana hibah masih carut-marut. Hal tersebut disebabkan, adanya persepsi kalau dana hibah sama dengan bantuan sosial.

“Penggunaan dana hibah harus dipertanggungjawabkan secara detail. Pelaporannya beda dengan penggunaan bantuan sosial. Jadi penerina dana hibah termasuk KONI di dalamnya, kalau pertanggungjawabannya tidak beres artinya melanggar,” terang Herman di Makassar.

Belakangan ini, penggunaan dan pelaporan pertanggungjawaban dana hibah khususnya di KONI Sulsel menjadi sorotan berbagai pihak, hal tersebut kian mencuat setelah adanya langkah DPRD Sulsel yang menyerahkan pengelolaan dana untuk KONI Sulsel ke Dinas Pemuda dan Olahraha (Dispora).

Herman menyebutkan, kalau pelaporan pertanggungjawaban dana hibah, khususnya di KONI Sulsel tidak sesuai dengan aturan, maka hal tersebut dapat menjadi indikasi bagi aparat penegak hukum untuk mendalami dan melakukan penyelidikan terkait potensi adanya kerugian negara dari tindak penyelewengan dana hibah.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : irwan kahir


Comment

Loading...