PDIP: Dulu Sumbar Kita Tertinggal Jauh, Sekarang Mulai Mendekati

Kamis, 13 Desember 2018 - 15:48 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Provinsi Sumatera Barat masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin di pilpres 2019 mendatang. Sebab pada pemilihan presiden 2014 lalu, perolehan suara pasangan petahana masih kalah telak dari sang rivalnya.

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Eriko Sotarduga tak menampik bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf masih kalah dengan Prabowo-Sandi di Provinsi Sumbar. Namun menurut dia, perolehan suaranya kali ini cenderung mulai mengejar rivalnya.

“Dulu kan (Sumatera Barat) kita tertinggal jauh. Sekarang mendekati, tapi memang belum menang,” kata Eriko di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/12).

Berdasarkan data dari KPU, pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa berhasil menang telak di Sumatera Barat dengan perolehan suara sebesar 1.797.505 suara atau sekitar 76,9 persen. Sedangkan Jokowi yang berpasangan Jusuf Kalla hanya memperoleh 23,1 persen atau 539.308 suara.

Berbeda dengan hasil itu, Eriko menyebut, saat ini posisi Jokowi sudah berada di level 40 persen suara di Sumatera Barat. Namun dia optimistis dapat mengejar ketertinggalan dari sang rival di daerah tersebut.

“Tapi kan (waktu) ini masih panjang. Nah ini yang kita lakukan bahwa kita tak membeda-bedakan wilayah yang mana saja yang menjadi targeting,” jelasnya.

Kendati begitu, pihaknya mengaku tak mau lengah dan terlalu fokus mengambil basis lumbung suara yang menjadi andalan rivalnya. Eriko memastikan lumbung suara yang telah dimenangkan Jokowi akan terus dijaga secara ketat.

“Kita harus jaga. Jangan kita menyerang tetapi basis utama kita nanti bobol,” pungkasnya. (aim/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.