‘Pelakor’ dan ‘Pebinor’ Picu Ratusan Kasus Cerai di Sinjai

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SINJAI — Kantor Kemenag Sinjai merilis data perceraian di Kabupaten Sinjai hingga periode November 2018 mencapai 124 perkara. Sedangkan data cerai talak 11 perkara dan rujuk 1 perkara.

Kasus perceraian tersebut, tak hanya dipicu masalah ekonomi, tapi juga perselingkuhan yang saat ini tren dengan istilah Perebut Laki Orang (Pelakor) dan Perebut Bini Orang (Pebinor).

Per Januari-Oktober, perkara perceraian yang diputus PA Sinjai mencapai 122 perkara meningkat dua perkara per November 2018. Jika dirata-ratakan, dalam sebulan, ada 10 orang resmi menjadi janda di Sinjai.

Kepala PA Sinjai Siti Rusiah merilis jumlah perkara yang ditangani selama tahun 2018 mencapai 651 perkara mulai Januari-Desember 2018.

Perkara tersebut mulai dari perceraian, cerai talak hingga perkara dispensasi anak dan penetapan ahli waris. Perkara isbat nikah 208 perkara, dipensasi 76 perkara, penetapan ahli waris 11 perkara, dan gugatan cerai termasuk harta bersama 340 perkara.

“Jumlah perkara yang ditangani hingga 12 Desember untuk perkara voluter 302 dan perkara bersengketa 349 dan totalnya 651 perkara,” tandas Nurasiah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/12) belum lama ini.

Khusus perkara perceraian yang ditangani pihak PA Rusiah membeberkan penyebabnya tak hanya faktor ekonomi juga karena perselingkuhan.

Rusiah menambahkan jumlah hakim di PA Sinjai hanya empat orang. Padahal idealnya harus delapan orang untuk menangani ratusan perkara setiap tahunnya.

“Hakim di PA Sinjai kurang empat orang. Terpaksa saya juga ikut jadi hakim menyidangkan perkara yang masuk,” jelasnya. (din/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...