Bali International Wedding 2018 Bidik Wisman China

BALI - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar ‘Bali International Wedding Forum’, 9-11 Desember 2018. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Radisson Blu ini mengangkat tema ‘Bali World Best Wedding Destination’.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani, mengakui bagaimana Bali terus berkembang menjadi destinasi pilihan untuk pernikahan dari pasangan-pasangan dari berbagai negara.

Menurutnya, selain tersedia venue-venue untuk pernikahan yang unik dan eksotis, di Bali juga berkembang ekosistem yang menunjang acara pernikahan dengan standar internasional. Seperti hotel, vila, wedding organizer, perancang dekorasi bunga, jasa video & photo, transportasi, dan lain-lain.

“Mereka punya standar masing-masing. Untuk hotel dan vila, tersedia standar bintang 3-5. Sedangkan untuk wedding organizer, melayani dari kelas menengah sampai atas. Pokoknya komplit,” ujarnya, Sabtu (08/12).

Assisten Deputi dan Strategi Komunikasi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Haryanto, memperkirakan setiap tahun ada sekitar 30 ribu pernikahan dari berbagai negara yang berlangsung di Bali. Setiap pernikahan, umumnya ada 2 sampai 200 orang pendamping, atau rata-rata 25 pendamping.

“Dengan demikian, untuk 30 ribu pernikahan in-bound, secara kasar ada sekitar 750 ribu wisatawan mancanegara yang datang ke Bali, untuk menikah dan menghadiri pernikahan,” ungkapnya.

Haryanto menambahkan, Bali International Wedding Forum digagas dengan beberapa tujuan. Antara lain mengembangkan Bali sebagai pilihan utama di dunia untuk prosesi pernikahan. Sehingga, jumlah orang asing yang menikah di Bali akan meningkat dengan pesat, yang diikuti dengan jumlah pendamping.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...