Evaluasi Ekonomi 2018 dan Outlook 2019: Ekonom Mengapreasiasi Keberhasilan Pemerintah Mengendalikan Inflasi

Perkembangan inflasi secara nasional dalam empat tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang semakin menurun. Dimana pada tahun 2013 inflasi masih sangat tinggi sebesar 8,38 persen dan 8,36 persen tahun 2014.

Penurunan inflasi sangat signifikan terjadi mulai tahun 2015, yaitu menjadi hanya sekitar 3,35 persen, turun lagi menjadi 3,02 persen tahun 2016, 3,61 persen tahun 2017 dan sekitar 3,23 persen pada Nopember 2018.

Perkembangan inflasi yang semakin rendah salah satunya disebabkan oleh keberhasilan pemerintah mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok, khususnya harga bahan makanan yang selama ini menjadi penyumbang inflasi terbesar.

Ekonom Unhas, Muhammad Syarkawi Rauf saat memberikan kuliah umum di STIE AMKOP Makassar, Sabtu, 15/12/2018, menyatakan bahwa penurunan inflasi yang sangat drastis disebabkan oleh ketersediaan bahan-bahan kebutuhan pokok, khususnya beras, bawang putih, minyak goreng, terigu, gula pasir putih, cabai, bawang merah dan kebutuhan pokok lainnya dalam jumlah serta waktu yang tepat, khususnya pada saat momen hari-hari besar keagamaan.

Hal ini dapat dilihat pada data BPS yang menunjukkan bahwa inflasi bahan makanan pada tahun 2014 masih sekitar 10,57 persen, turun menjadi 4,93 persen tahun 2015, 5,69 persen tahun 2016, 1,26 persen tahun 2017, dan diperkirakan hanya sekitar 1,69 persen tahun 2018, ujar mantan ketua KPPU periode 2015-2018 di STIE AMKOP, Makassar, 15/12/2018.

Lebih lanjut menurut Muhammad Syarkawi Rauf, andil bahan makanan terhadap pembentukan inflasi juga mengalami penurunan dari 2,06 persen tahun 2014 menjadi 0,98 persen tahun  2015, menjadi 1,21 persen tahun 2016, 0,25 persen tahun 2017, dan diperkirakan hanya 0,34 persen pada tahun 2018.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...