PSI: Poligami Tak Hanya Sakiti Istri Pertama, tapi ‘Madunya’ dan Anak

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dara Nasution mengungkapkan alasan partainya menolak poligami di Indonesia. Menurutnya, dari penelitian empiris menunjukkan praktik poligami di Indonesia berujung pada penyengsaraan baik untuk istri pertama, istri kedua, maupun pada anak-anak.

“Topik kita hari ini yaitu poligami. PSI sebagai partai menolak poligami. Jelas dipaparkan, penelitian empiris menunjukkan praktik poligami di Indonesia berujung penyengsaraan. Dan ini bukan di istri pertama tapi di istri kedua dan anak-anaknya,” ucapnya dalam diskusi ‘Bisakah Poligami di Indonesia Dilarang?’ di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (15/12)

Kemudian, dia menyatakan praktik poligami pada umumnya lebih banyak mendatangkan mudharat (keburukan) ketimbang maslahat (kebaikan).

“Kenapa kami anti poligami dan menolak poligami. Kami merasa juga, seharusnya untuk menjadi bangsa yang kuat, keadilan harus dimulai dari unit- unit terkecil, yakni keluarga,” sambung dia.

Selain itu, diakui Dara, ‘Partai Bro dan Sis’ ini menganggap praktik poligami sebagai fakta sosial yang lebih banyak menekankan diskriminasi terhadap perempuan. Oleh karena itu, dia menilai seseorang yang berpoligami, dikhawatirkan juga tak bisa adil dalam mengurus negara.

“Pada dasarnya kami lihat praktik poligami sebagai fakta sosial. Meskipun ada perdebatan boleh. Kami menghargai perdebatan yang terjadi dan melihat poligami ini sebuah fakta sosial di masyarakat yang secara empiris lebih banyak menyengsarakannya ketimbang adilnya,” tegas Dara.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie menyebut partainya bakal tegas mendorong pelarangan poligami bagi aparatur sipil dan pejabat publik jika lolos ke parlemen.

“Jika kelak lolos di parlemen, langkah yang akan kami lakukan adalah memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat publik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta Aparatur Sipil Negara,” ujar Grace, Selasa (11/12).

(ipp/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...