Bahaya Kanker Mulut Renggut Nyawa Kurang dari 3 Tahun

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketika seseorang mendengar penyakit kanker, yang dibayangkan hanya kematian setelahnya. Kanker bisa tumbuh di manapun di tubuh kita termasuk di mulut. Angka kematiannya pun cukup tinggi.

Masyarakat diimbau untuk melakukan deteksi kanker mulut untuk mencegah kematian. Di dunia, angka kematian yang disebabkan kanker rongga mulut sangat tinggi yaitu 50 persen. Sedangkan di Indonesia, jumlah penderita kanker rongga mulut tercatat 5,329 di tahun 2012.

Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia, Drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp.PM, PhD, menjelaskan, penderita kanker mulut terbanyak adalah laki-laki berusia di atas 40 tahun.

“Di Indonesia banyak ditemukan pasien yang menderita kanker rongga mulut dengan lokasi predileksi di lidah,” paparnya dalam konferensi pers baru-baru ini.

Lalu bagaimana peluang hidup pasien kanker mulut? Ternyata jika terlambat, peluang hidupnya sangat kecil.

“Angka bertahan hidup pasien kanker rongga mulut tergolong kecil di bawah 3 tahun,” jelasnya.

Sebaliknya, apabila lesi pra kanker dapat ditemukan dan kemunduran selnya belum terlalu jauh serta respons pengobatan masih baik, maka angka bertahan hidup pasien lebih lama. Harapannya dapat meningkat lebih dari 80 persen atau di atas 5 tahun. Dengan demikian angka kematian dapat diturunkan.

(ika/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...