Diduga Terlibat Jaringan Teroris Abu Khanza, Dua Warga Makassar Ditangkap Densus 88

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:04 WIB
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga jaringan teroris di Yayasan Kantor Gubernur, Paccerakkang, Jumat, 14 Desember sekitar pukul 11.20 Wita.

Cepat dan senyap. Informasi yang dihimpun terduga diamankan di Yayasan Kantor Gubernur adalah AA alias AH (34). Disinyalir merupakan jaringan teroris dari Risal, Abu Khanza, Ade Supriadi, dan Munawir yang diamankan pada Agustus lalu.

Penangkapan terhadap AA menghebohkan warga setempat. Sebab, aksi kejar-kajaran di motor dan saling menjatihkan motor membuat warga memperhatikannya.

“Itu yang mengejar langsung mencegat motor yang dikejar. Kemudian orang itu langsung menjatuhkan motornya dan dikejar lagi,” kata salah seorang warga Gani Emba (32) yang ditemui Sabtu (15/12/2018).

Pengejaran itu dari depan perumahan menuju ke Blok K11. Dekat lapangan dan masjid. Dua orang yang berboncengan berkendara yang memburu terduga teroris itu menjatuhkan juga motornya, usai dicegat.

AA kemudian berlari dan dikejari lagi tiga orang lainnya. Kejadiannya itu kata Emba pada pukul 11.00 Wita sebelum Salat Jumat. Tak jauh lari orang itu dan yang mengejar baru diamankan AA. Setelah diamankan langsung datang 5 mobil dari luar. “Sasaran sudah didapat,” ucap Emba menirukan salah seorang petugas yang ikut mengamankan AA.

Saat pengejaran, sambungnya, warga tidak mendengar ada suara tembakan dari Densus 88 yang mengejar. Selain itu, warga juga tidak mendengar ada suara teriakan. Penangkapannya sangat cepat dan tidak ada suara.

“Tidak lama itu diamankan. Setelah itu langsung pergi. Kita juga tidak tahu siapa yang diamankan. Banyak orang berkumpul, saya mendekat tapi kita disuruh minggir karena mereka bilang polisi,” bebernya.

Warga kompleks lainnya, Hidayat (27) yang ditemui usai menjalankan salat magrib mengaku tak mengetahui orang yang diamankan oleh Densus 88 itu. “Saya tidak tau itu orang. Saya tanya Pak RW tidak tahu itu juga,” akunya.

Hanya berselang 20 menit Densus kembali melakukan penangkapan di BTP Blok E depan Polsek Tamalanrea. Tepatnya pada pukul 11.40 Wita. Yang diamankan IA alias IS (28).

Disinyalir dia merupakan jaringan teroris juga, dan diketahui AA dan IA merupakan saudara kandung yang tinggal di Mannuruki, Kelurahan Sudiang. Dari informasi yang dihimpun keduanya tinggal di Perumahan Bukit Hartako Indah.

Ayah dari kedua orang itu diketahui sebagai pengurus masjid di Perumahan Bukit Hartako Indah. Beberapa warga yang ditemui mengaku bahwa keluarganya itu sangat tertutup terhadap warga. Kedua terduga teroris bersama bapaknya hanya datang salat setelah itu langsung pulang ke rumahnya.

“Keluarganya memang sangat tertutup. Bapaknya cerita-cerita sama kita kalau sudah salat atau ada keperluan tentang masjid,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kedua terduga teroris merupakan pengembangan dari tahun sebelumnya, yang di mana diduga jaringan yang melempar bom molotov ke Polsek Bontoala dan jaringan pelaku bom indramayu. Tetapi, hingga berita ini diturunkan tidak ada komentar resmi dari kepolisian. Baik dari Polda Sulsel atau pun Mabes Polri. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.