Hari Infanteri, Puluhan Prajurit Berjalan dari Bantul ke Pekalongan


Melalui tradisi inilah diharapkan akan terbentuk jiwa korsa, patriotisme, militansi, kejuangan, profesionalisme, sifat pantang menyerah serta memantapkan kemanunggalan TNI dan Rakyat.Momentum ini juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme keprajuritan, yang tidak saja mampu membina ketahanan fisik, kemantapan mental, namun juga keterampilan sebagai seorang Prajurit yang tanggap, tanggon dan trengginas.Begitu pula halnya diadakan oleh anggota kesatuan yang termasuk ke dalam lingkup Kodam IV/Diponegoro. Dengan mengambil start di Alun-alun Paseban, Kabupaten Bantul, Minggu (16/12), puluhan prajurit berjalan melewati rute Kulon Progo-Purworejo-Kebumen-Banjarnegara-Purbalingga-Pemalang dan finish di Lapangan Kebonagung, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.Sepanjang pelaksanaan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya Kodam IV/Diponegoro tahun 2018 ini, ternyata mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat.Pasukan Peleton Beranting yang berjalan siang malam selalu mendapat sambutan masyarakat di wilayah yang dilaluinya. Bahkan masyarakat rela ikut begadang sekadar untuk memberikan dukungan dan semangat.Dengan penuh keikhlasan, mereka memberikan segelas air teh. Bahkan dengan penuh kasih sayang mereka membantu untuk memegangi gelas prajurit bak ibu kepada anak kandungnya.Ada pula yang sibuk untuk mengambil air dan dengan siraman kasih sayang mereka mengguyurkannya ke badan prajurit yang baru datang untuk istirahat sejenak, seakan mereka tak rela kalau anaknya kelelahan dan dehidrasi.Ya, TNI memang anak kandung rakyat. Sinergitas dan kemanunggalan inliah yang hingga saat ini masih terus terwarisi hingga sampai kapanpun.

Komentar

Loading...