Yusril: Penahanan Ibu Bayi Kembar Tiga Jauh dari Nilai Pancasila

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra angkat bicara menanggapi kasus yang menimpa Magfirah Binti Zakirsyah. Menurut dia, Ketua Pengadilan Negeri Bireun, Aceh, harus menangguhkan penahanan Magfirah Binti Zakirsyah dan mengeluarkannya dari Rutan Bireun.

Pasalnya, lanjut Yusril, pengadilan tidak memiliki cukup alasan untuk memperpanjang penahan Magfirah. “Terdakwa jelas tidak mungkin akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana sebagaimana diatur dalam KUHAP,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/12).

Diketahui, Magfirah yang baru saja melahirkan tiga bayi kembar itu kini mendekam dalam tahanan Rutan Bireun. Ini setelah kasusnya dilimpahkan Kejari Bireun ke pengadilan.

Sejauh ini, Yusril mengaku telah memerintahkan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah PBB Aceh, Zulmahdi Hasan, untuk menjenguk Magfirah. Dia berharap Magfirah setuju dan menerima Yusril menjadi pengacaranya.

Jika memang Magfirah menerima, Yusril segera mengirimkan tim pengacaranya ke Bireun untuk mendampingi dan membela Maghfirah selama persidangan. Yusril mengaku akan memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada Magfirah agar dia diperlakukan secara adil sesuai hukum yang berlaku.

Selain tidak cukup alasan untuk melakukan penahanan, Yusril juga mengatakan bahwa Ketua Pengadilan seharusnya mempertimbangkan aspek kemanusiaan. “Masa ibu bayi kembar tiga yang baru lahir harus ditahan, sehingga bayinya ikut juga masuk rumah tahanan. Ini penegakan hukum yang jauh dari nilai-nilai Islam dan Pancasila yang sangat dijunjung tinggi masyarakat Aceh,” tegas Yusril yang juga merupakan pengacara capres dan cawapres Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin itu.

Diketahui, Magfirah sebelumnya didakwa melakukan penipuan calon PNS tahun 2016 lalu. Selama dua tahun penyidikan, kasus tersebut akhirnya dilimpahkan ke pengadilan oleh Kejari Bireun. Ketiga bayi kembar Maghfirah pun dibawa serta ke dalam rumah tahanan. (fab/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...