Generasi Milenial Harus Mampu Menciptakan Kedamaian di Pilpres 2019


FAJAR.CO.ID – Bela negara di era milenial ini memiliki makna yang luas. Tidak hanya bela negara dalam arti sebenarnya yaitu membela negara dari berbagai ancaman baik berupa intoleransi, perpecahan, radikalisme, dan terorisme, tapi bela negara bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas diri sendir, keluarga, berprestasi di bidang pendidikan dan olahraga.“Intinya bela negara itu adalah mencinta negeri ini. Untuk mencintai, pertama harus memahami lebih dulu, dari situlah akan muncul rasa mencintai. Kalau mencintai pasti akan membela mati-matian. Yang pasti bangsa ini banyak menghadapi tantangan, baik dari secara sosial, politik, ekonomi, keamanan, dan lain-lain,” ujar Staf Ahli Menko Polhukam Dr. Sri Yunanto di Jakarta, Rabu (19/12).Saat ini, lanjut Yunanto, tantangan yang cukup berat dihadapi bangsa Indonesia adalah menyikapi kemajuan teknologi informasi dengan keberadaan media sosial (medsos). Meski di satu sisi, medsos banyak membawa dampak positif, namun medsos juga memiliki efek negatif yang luar biasa. Hoaks (berita bohong), hate speech (ujaran kebencian), adu domba menjadi fenomena yang luar biasa. Ironisnya dampak negatif inilah yang jelas-jelas bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.Menurut Yunanto, kalau orang percaya fitnah dan hoaks, ujung-ujungnya pasti akan membenci dan melemahkan kerukunan dan persatuan. Karena itu, generasi milenial harus bisa menjadi garda terdepan dalam menghadapi ‘serangan-serangan’ itu. Pasalnya sebagai pegiat gadget dan internet, generasi milenial memiliki kemampuan dan kompetensi yang baik untuk memerangi hoaks, fitnah, ujaran kebencian, baik via medsos maupun media konvensional.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar