Kemendagri Bakar 1,3 Juta e-KTP Invalid

0 Komentar

Pemusnahan e-KTP Invalid Juga Diberlakukan di Seluruh Daerah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tak ingin persoalan e-KTP yang tercecer kembali terulang, sebanyak 1.378.146 keping e-KTP ivalid atau tidak berlaku lagi dimusnahkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), digudang Semplak Kemendagri, Bogor, Jawa Barat. Kemendagri juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh daerah juga, untuk melakukan pemusnahan e-KTP invalid atau tidak berlaku lagi dengan cara dibakar. Pemusnahan dengan cara dibakar tersebut diharapkan bisa meminimalisir kelalaian sehingga menyebabkan e-KTP kembali tercecer.

Namun, jika kejadian tercecer e-KTP terulang itu sepenuhnya adalah kesalahan dinas setempat, dimana e-KTP itu ditemukan. Sanksi tegas pun disiapkan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terkait, mulai dari teguran hingga pencopotan jabatan akan diterapkan.

Acara pemusnahan tersebut dilakukan oleh Sekertaris Jendral Kemendagri Hadi Prabowo didampingi oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh, dan Wakil Direktur Tipidum Bareskrim Polri Kombes Pol Agus Nugroho. Dalam sambutannya, Hadi mengungkapkan bahwa, sebanyak 1.378.146 keping yang tersimpan di Gudang Semplak Kemendagri dari e-KTP yang rusak atau invalid sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang akan dimusnakan dengan cara adibakar.

“E-KTP yang ditemukan rusak, kata dia, merupakan produksi vendor pada 2011 sampai 2014. Kriteria e-KTP yang rusak atau invalid dilihat dari nama penduduk yang keliru, tanggal lahir yang salah, domisili atau tempat tinggal yang sudah berubah serta perubahan status. Pemusnahan e-KTP yang dilakukan tersebut tak hanya berasal dari wilayah Bogor tetapi dari seluruh wilayah di Indonesia,” ungkapnya usai melakukan simbolis pembakaran e-KTP di Gudang Semplak, Kemendagri, Bogor, Jawa Barat.

Ia juga mengungkapkan bahwa, pemusnahan e-KTP yang invalid atau tidak berlaku lagi juga diberlakukan di Seluruh Indonesia.

“Seluruh Indonesia juga akan dilakukan pemusnahan. Jadi ada edaran yang ditandatangani pak Menteri ke seluruh indonesia itu seminggu yang lalu, bahwa meminta KTP el yang rusak yang invalid segera dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar,” jelasnya.

Jika di kemudian hari muncul kembali kasus tercecernya e-KTP, timpal Zudan, hal tersebut disebabkan oleh kelalaian wilayah e-KTP itu terbuang atau tercecer. “Jadi kalau masih ada e-KTP tercecer berarti sepenuhnya ini adalah problem-problem yang terjadi karena kelalaian di mana tempat e-KTP itu terjatuh atau dicecerkan,” tuturnya.

Pasalnya, Zudan menjelaskan bahwa tanggungjawab Mendagri hanya sampai pada penyerahan blanko. “Jika blanko sudah diserahkan, maka ada penyerahan tanggungjawab dari Kemendagri kepada dinas didaerah. Jika, nanti ada masalah ini lagi maka Kepala Dinas atau yang bertanggungjawab akan mendapatkan sanksi. Seperti diserang, Kepala Dinas Dukcapilnya kita copot. Tergantung, apakah stafnya, atau pimpinannya, ditelusuri dulu siapa yang salah, setelah itu kita akan jatuhi hukuman,” pungkasnya. (yog)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...