Pupuk Bersubsidi Langka di Enrekang, Petani Demo di Kantor Bupati

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, ENREKANG – Petani menuntut transparansi penyaluran pupuk di Kabupaten Enrekang. Sebab saat ini, petani merasakan kelangkaan pupuk subsidi, terutama di Kecamatan Enrekang. Yang merasakan adalah petani Desa Temban, Desa Buttu Batu dan Desa Tallu Bamba.

Menyikapi hal itu, perwakilan petani menggelar demonstrasi di Kantor Bupati Enrekang, Kamis, 20 Desember. Koordinator Aliansi Petani Enrekang Utara Bersatu, Jurais, mendesak agar pemerintah segera merespons kelangkaan pupuk yang terjadi.

Menurutnya, kelangkaan ini membuat tanaman jagung yang mayoritas ditanam petani, terancam gagal panen. “Masa pemupukan sudah tiba, tetapi pupuk subsidi sangat susah didapatkan. Mestinya pemerintah tanggap, jangan sampai petani gagal panen,” ungkapnya.

Jurais menambahkan, pihaknya khawatir ada permainan distribusi alokasi pupuk subsidi. Sehingga diminta agar Pemkab transparan terkait penyaluran pupuk. Menurutnya, pupuk bagi petani ini sangat urgen. “Kami tuntut agar ada pengadaan secepatnya,” terangnya.

Kadis Pertanian Enrekang, Arsil Bagenda menuturkan, untuk pengadaan pupuk subsidi, bukan wewenang Pemkab. Kata dia, kuotanya diberikan pusat dan dianggarkan lewat APBN. Kemudian penyalurannya diperkuat dengan SK Gubernur.

“Pemerintah juga tidak punya akses distribusi. Karena didistribusikan perusahaan pupuk ke distributor hingga ke tingkat pengecer,” bebernya.

Khusus Enrekang, kuota pupuk subsidi sudah habis sebelum akhir tahun. Distribusi untuk tahap tiga tahun ini, ada urea 8.200 ton, SP-36 1.692 ton,
3.599 ton, NPK 4.361 ton dan organik 710 ton. “Sudah terserap habis. Termasuk ke wilayah Enrekang bagian utara,” bebernya.

Sementara Wabup Enrekang, Asman mengaku sulit menganggarkan pengadaan pupuk subsidi karena bukan wewenang daerah. Dikatakan, kuota pupuk subsidi memang sudah habis, tetapi pupuk nonsubsidi masih tersedia. Pihaknya ke depan akan memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi.

“Kita berharap untuk alokasi pupuk subsidi tahun depan tidak terlambat. Perusahaan pupuk menjanjikan 4 Januari sudah didistribusikan,” tandasnya. (her)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...