Kampung Pelangi Sragen Makin Mentereng, Begini Penampakannya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SRAGEN – Sejak dirintis dua tahun silam, keberadaan Kampung Pelangi di Kampung Gerdu RT 1/RW 5, Kelurahan Sragen Tengah, Sragen makin mentereng.
Keberhasilan mengubah kampung di tepi Sungai Garuda di Sragen itu menjadi kampung indah dan bercat warna-warni, akhirnya menggerakkan Pemerintah Kabupaten setempat untuk mulai peduli.
Belakangan ini Kampung Pelangi, Gerdu itu sudah ditetapkan sebagai Kampung Tematik. Berkahnya, warga mendapat kucuran dana sebesar Rp 50 juta untuk memoles kampung ini menjadi indah dan berwarna-warni.
Menurut Ketua RT 1, Kampung Gerdu, Serka Suripto bahwa penetapan Kampung Pelangi Gerdu sebagai Kampung Tematik itu membuat warga semakin semangat untuk mempercantik kampungnya.
Seolah tak kenal waktu, katanya, anak-anak, remaja, pemuda hingga bapak-bapak dan emak-emak atau kaum ibu-ibu PKK di kampung itu kini bersemangat dan makin giat mengecat semua sudut kampung dengan warna-warni.
“Kemarin alhamdulillah dapat bantuan Rp 50 juta dari Wakil Bupati. Makanya warga makin semangat sejak ditetapkan kampung tematik. Lukisannya kita perkaya dengan tema budaya, flora, fauna dan kebangsaan. Pokoknya semakin berwarna sehingga menarik dilihat,” katanya, Kamis (20/12).
Serka Suripto yang juga merupakan anggota Koramil 19/Tanon dikenal getol dengan lingkungan itu menguraikan pengecatan tematik. Warga dan semua unsur dikerahkan siang malam sesuai waktu longgar masing-masing untuk mengecat tembok dan melukis atap rumah, dinding dan beberapa sudut yang belum terlukis.
“Kalau siang bapak-bapak ngecat atap. Sorenya, anak-anak, karang taruna dan ibu-ibu melukis bagian tembok dan dinding. Malam dilanjutkan lagi dari habis isya sampai pukul 01.00 WIB. Alhamdulillah ibu-ibu PKK kami sangat guyub, mereka adalah nyawa kami. Kami diberi waktu satu bulan untuk menyelesaikan pengecatan tematik ini,” kata Suripto.
Ia menguraikan semua pengecatan dan pelukisan memang hanya melibatkan potensi semua warga secara gotong royong. Meski demikian, hasilnya tak kalah menarik dari lukisan profesional. Khusus untuk pengerjaan cat atap rumah, memang dikerjakan bapak-bapak mengingat lokasinya yang tinggi dan butuh kehati-hatian.
“Kalau ngecat di atap memang harus sabar. Nggak bisa pakai kompresor karena akan kena angin,” urainya.
Suripto menjelaskan, target pengecatan tematik ini adalah pengecatan atap untuk 46 rumah warga. Sedangkan total KK di Kampung Pelangi, Gerdu ada 56 KK dengan 183 jiwa. Meski baru beberapa hari, hasil polesan warga mulai terlihat dibeberapa sudut dinding sudah makin berwarna dengan lukisan bertema hewan dan bunga yang makin rancak dipandang dan cocok untuk digunakan spot selfie.
Lebih jauh, gagasan untuk memperkaya dengan Kampung Tematik itu ditujukan guna memperkuat citra Kampung Pelangi menuju kampung kuliner dan wisata. “Karena di kampung ini banyak yang jualan kuliner. Di depan sana juga sudah ada kios-kios kuliner. Nanti juga akan kita bikin gazebo banyak. Bahkan komunitas minum kopi juga sudah tertarik,” imbuhnya.
Dengan makin berwarna dan dilengkapi gazebo serta kuliner, Suripto berharap Kampung Pelangi Gerdu bisa makin terkenal dan menarik banyak wisatawan seperti halnya kampung pelangi di kota lain.
Salah satu perwakilan PKK, Siti Mu’minatun merasakan perubahan sangat signifikan di Kampung Gerdu sejak menjadi sebagai Kampung Pelangi. Tak hanya lepas dari predikat kampung kumuh dan menjadi bersih, kini wajah kampung juga makin berwarna dan indah.
“Dulu dapat julukan dari kelurahan sebagai kampung kumuh, jujur saja sebagai warga saya sangat malu. Alhamdulillah sejak dipegang Pak Suripto sebagai Ketua RT, sekarang digerakkan jadi Kampung Pelangi. Kami juga senang bisa ngikuti adik-adik, ikut nyorek-nyorek lukisan. Dari semua generasi seolah merasa terpanggil untuk ambil bagian memajukan kampung, kami sangat senang,” tuturnya.
Siti juga merasakan ada perubahan dari image masyarakat. Bahkan sejak berubah wajah jadi berwarna-warni, sekarang banyak yang berkunjung ke kampungnya. Terutama jika memasuki waktu liburan.
“Kalau libur semesteran tiap pagi banyak anak-anak yang bersepeda dan mampir selfie-selfie. Di sebelah sana ada gang pink, ada gang ungu dan anak-anak jadi lebih ceria. Ibu-ibu guru SD kadang setelah olahraga banyak yang membawa muridnya ke sini untuk melihat. Mungkin ingin memberi motivasi dan  inspirasi dalam melukis ke anak-anak,” ujarnya. (sen)
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...