Kendaraan Barang Dilarang Melintas Selama Nataru

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memberlakukan jadwal larangan melintas bagi kendaraan angkutan barang sepanjang libur Natal 2018 dan tahun baru 2019 (Nataru). Hal ini sesuai surat edaran Menteri Perhubungan yang menjelaskan Peraturan Menteri nomor 115 tahun 2018.

“Kami sudah melakukan rapat dengan pihak-pihak terkait seperti Balai Besar Jalan Negara (BBJN) VII, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, otoritas pengelola bandara dan pelabuhan serta Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk membahas larangan melintas bagi kendaraan angkutan barang,” ujar Kepala Dishub Jatim Fattah Jasin kepada Radar Surabaya, Kamis (20/12).

Mantan Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setdaprov Jatim ini mengatakan, pembatasan angkutan barang diberlakukan saat libur Natal, yakni mulai 21-22 Desember 2018 mulai pukul 00.00 – 24.00. Selain itu mulai tanggal 2-3 Januari 2019 dengan pemberlakuan jam yang sama.

Menurut Fattah, ada tiga ruas jalan nasional yang tidak boleh dilalui kendaraan angkutan barang. Yakni Mojokerto hingga Caruban. Kemudian Pandaan-Malang dan Probolinggo-Lumajang, termasuk jalan tol. “Pembatasan ini berlaku bagi truk dengan muatan material. Sedangkan untuk angkutan BBM, sembako, bahan ekspor impor, ternak, sembako, dan pupuk mendapatkan pengecualian,” katanya.

“Yang jadi fokus perhatian kami adalah exit (pintu keluar) tol Pandaan hingga Malang yang kerap macet saat libur panjang. Nantinya kami akan melakukan penguraian jalur lalu lintas tersebut bersama pihak kepolisian,” imbuhnya.

Fattah menegaskan, akan memberikan sanksi tegas kepada para pengemudi angkutan barang jika pada tanggal-tanggal yang sudah ditentukan tetap melintas. Namun menurutnya, yang menindak adalah pihak kepolisian. “Kami juga akan melakukan ramcheck di terminal-terminal tipe B dan mendirikan posko untuk menghadapi libur Nataru,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah calon penumpang, Fattah mengaku, pihaknya sudah mempersiapkan cadangan. Kalau untuk bus, menurutnya pihaknya sudah menginstruksikan kepada pengusaha bus untuk menambah armada bus. “Sedangkan untuk kereta, kami juga ada penambahan gerbong. Dan untuk pesawat nantinya akan ada extra flight,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...