Jokowi Peringatkan Penggunaan Dana Desa Harus Hati-Hati

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Presiden RI, Joko Widodo memperingatkan agar berhati-hati dalam mengelolah dana desa yang digelontorkan pemerintah. Pasalnya, dana desa tersebut jumlahnya cukup besar. Menurutnya, belum pernah dalam sejarah bangsa Indonesia menggelontorkan dana desa yang sangat besar. Yang jumlahnya Samapi saat ini sebesar 187 triliun rupiah. "Hati-hati, uang ini adalah uang yang sangat besar, 187 triliun selama 4 tahun adalah uang yang sangat besar sekali. Belum pernah dalam sejarah bangsa menggelontorkan dana sebesar ini bagi saya, belum pernah,"ujar Jokowi dalam sambutannya pada acara Jambore Desa Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2018, di Wisma Negara Center Point of Indonesia, Jalan Metro Tanjung Bunga, Sabtu (22/12/18). Olehnya itu, Jokowi mentitpkan agar berhati-hati dalam menggunakannya. Harus tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan desa. Selain itu, Jokowi menitipkan dua hal yakni, fokus dalam penggunaan dana desa dengan mengarahkan dalam pembelian barang itu selalu dilakukan dilingkungan desa. Misalnya, dalam pembangunan jalan di desa harus membeli bahan di desa tersebut. "Misalnya beli pasir, beli di desa itu. Kalau tidak ada di situ beli di desa sampingnya. Kalau tidak ada beli di lingkup kecamatan,"terangnya. Kemudian penggunaan tenaga kerja, Jokowi menyarankan agar menggunakan seluruhnya tenaga kerja dari desa itu. Hal ini perlu dilakukan, lanjut Jokowi, agar 187 triliun dana desa tersebut tidak kembali ke kota. "Sehingga arahkan uang ini berputar-putar terus di desa itu. Artinya permodalan di desa akan semakin banyak, dan semakin banyak. Ya sudah bayar tenaga kerja atau tukang yang ada di situ,"lanjutnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan