Mantan Kades dan Menantunya Ditahan Polres Gowa, Ini Penyebabnya….

Rabu, 26 Desember 2018 - 19:59 WIB

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Mantan Kepala Desa (Kades) Tinggimae, Faharuddin (60) terbukti melakukan korupsi. Ia telah menyalahgunakan anggaran dana desa (ADD) 2016-2017.

Ia kini resmi ditahan di Polres Gowa, Rabu (26/12/2018) bersama dengan Ramli (31), Kaur Bendahara sekaligus menantunya sendiri.

Tak hanya Faharuddin dan Ramli. Polisi juga menjerat Andi Pabbentengi (52). Sebab, sebagai kepala pengawas proyek atas dana ADD ini ternyata ikut terlibat atas kerugian negara tersebut.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga membeberkan dari hasil audit investasi khusus Inspektorat Gowa bersama Polres Gowa, Faharuddin, Ramli, dan Andi Pabbentengi (52) terbukti telah merugikan negara sebesar Rp773 juta lebih total dari anggaran yang mereka kelola sejak 2016-2017 atas ADD sebanyak Rp3 miliar lebih.

“Ketiga tersangka ini telah korupsi dengan memanipulasi kwitansi atas pembangunan sebuah jalan tani,” ucapnya.

Yang mestinya, kata Shinto, dalam penganggaran mestinya dibangun sepanjang 200 meter padahal dalam kenyataannya tidak sesuai. “Mereka membangun kurang dari itu,” kata Shinto.

Shinto pun berjanji akan kembali menilik beberapa kepala desa yang telah diduga melakukan korupsi ADD. Khususnya Kades yang ada di dataran tinggi. Seperti yang ada di Kecamatan Tombolo Pao dan sekitarnya.

Untuk ketiga tersangka ini akan ditersangkakan dengan Pasal 2 subsider Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2019 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun penjara,” tutupnya. (sua)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *