Korupsi Berjamaah, Mantan Kades dan Dua Rekannya Dicokok Polisi

Kamis, 27 Desember 2018 12:10

FAJAR.CO.ID, GOWA — Praktik dugaan korupsi berjamaah oknum aparat desa di Kabupaten Gowa kini berakhir di balik jeruji besi. FH (60), mantan kepala Desa Tingggimae, Kecamatan Barombong yang diindikasikan melakukan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016-2017 akhirnya ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa.FH tak sendirian. Dua orang koleganya turut dijadikan tersangka. Masing-masing RS (31) yang menjabat sebagai kepala urusan (kaur), dan AP (52) selaku sekretaris BPD Tinggimae.Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga merilis kasus ini, Rabu (26/12). Ketiga tersangka dihadirkan di depan wartawan.Dijelaskan Shinto, pada tahun 2016-2017 lalu FH menerima ADD dengan total sebesar Rp3.012.189.478. Rinciannya, ADD tahun 2016 sebesar Rp 1.404.913.310. Tahun 2017 sebesar Rp1.607.276.168“Usai menerima ADD, FH meminta RS untuk mencairkan anggaran tersebut. Kemudian ADD itu digunakan untuk mengerjakan proyek jalan tani di Dusun Bontokappong,” jelas Shinto.Setelah ditelusuri di lapangan, lanjut Kapolres, ternyata pembangunan jalan tani tidak dikerjakan. Namun, RS membuat pertanggungjawaban fiktif seolah-olah pekerjaan tersebut terealisasi.“Setelah diaudit oleh Inspektorat Kabupaten Gowa, ditemukan pembangunan sarana dan prasarana yang tidak sesuai dengan pertanggungjawaban. Sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp773.657.978,” terangnya.Pengungkapan kasus ini, menurut Shinto, berkat penyelidikan yang dilakukan aparat Polres Gowa bekerja sama dengan Inspektorat Pemkab Gowa selaku APIP (Aparat Pengawas Intern Pemerintah).“Sekitar bulan 10 kita sudah insert dan menemukan fakta-fakta. Kemudian dilakukan gelar perkara. Dari gelar perkara tersebut, kita tetapkan tiga orang tersangka,” tandas AKBP Shinto.

Komentar


VIDEO TERKINI