Begini Kronologis Penangkapan Mbah Putih oleh Satgas Antimafia Bola

Jumat, 28 Desember 2018 - 20:23 WIB

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA – Dwi Irianto ditangkap oleh Satgas Antimafia Bola dari Mabes Polri pada Jumat (28/12). Anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tersebut diduga terlibat dalam match fixing.

Berlandika Candra Pramudipta, anak kedua dari Dwi Irianto mengungkapkan kronologis penangkapan ayahnya. Dika menuturkan, pada Kamis (27/12) malam Dwi Irianto sempat pamit akan pergi ke hotel.

“Sempat pulang, tadi malam perginya,” katanya saat ditemui di rumahnya daerah Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Jumat (28/12) sore.

Nah, sekitar Jumat (28/12) pukul 08.00 WIB, dia mendengar ada obrolan banyak orang di rumahnya. Karena suara ayahnya juga ikut terengar, dia kemudian menghampiri.

“Tahu-tahu di rumah sudah banyak orang. Lebih dari 10 orang bersama Papah,” katanya.

Setelah menemui orang-orang yang ada di rumahnya itu, mereka pun memperkenalkan diri. Memperlihatkan surat tugas penangkapan dari Satgas Antimafia Bola Mabes Polri. “Mereka menjelaskan kalau ini pengembangan kasus di Mata Najwa,” katanya.

Dika mengaku tak terlalu melihat jelas surat penangkapan yang disodorkan. Hanya ada beberapa berkas surat penangkapan yang diminta untuk ditandatangani. “Saya tidak mengetahui statusnya Papah itu tersangka atau saksi,” katanya.

Dikatakan Dika, selama beberapa menit para petugas sempat memeriksa berkas yang dimiliki ayahnya. Berkas yang diperlukan pun dikumpulkan, dan kemudian dibawa pergi. “Ada dua tas berisi berkas yang dibawa. Berkasnya mengenai tugas-tugas Papah di Komdis PSSI,” lanjutnya.

Setelah selesai mendapatkan berkas yang diinginkan, para petugas membawa ayahnya ke Polsek Gondokusuman. Kemudian dia mendapat kabar bahwa pada Jumat (28/12) pria yang karib disapa Mbah Putih ini telah dibawa ke Jakarta.

“Tidak (diborgol). Mereka humanis,” ucap Dika. (dho/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.